Penggunaan Solar Panel untuk Memperpanjang Umur Bumi

DLHK3 Banda Aceh ajak masyarakat manfaatkan energi terbarukan untuk kurangi emisi gas rumah kaca­

Banda Aceh- Kurangi penggunaan energi secara berlebih, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh lakukan pemasangan solar panel secara bertahap di Mechanical Workshop  yang berada didalam pekarangan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) pada tahun 2021.

Pemasangan solar panel ini menjadi salah satu upaya Pemko untuk menggalakkan pemanfaatan energi terbarukan  serta mengurangi emisi gas rumah kaca di bumi. Hal tersebut mengacu pada amanat Undang-undang RI No. 30 Tahun 2007 tentang energi dan Permen ESDM No.53 tahun 2018 tentang pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Hamdani Basyah, SH. mengatakan terdapat seperangkat solar panel yang telah terpasang secara horizontal di atap Mechanical Workshop DLHK3.

“Sudah (terpasang) seperangkat solar panel disana. Yang dapat menghasilkan daya hingga 8 KWP di Atap Mechanical Workshop. Nantinya akan digunakan untuk mengoperasikan alat-alat kerja seperti Gerinda, Lampu dan Air Conditioner (AC) sebagai pengganti listrik di bengkel ya.. “Tutur Hamdani.

Ia juga menambahkan  setelah pemasangan nanti akan ada perawatan secara mandiri yang dilakukan berkala setiap tahunnya.

Adapun aksi tersebut diharapkan menjadi contoh bagi Instansi pemerintah lainnya serta dapat diterapkan pula oleh masyarakat luas.

Selain mengurangi emisi gas rumah kaca, penggunaan solar panel ini sangat membantu meminimalisir beban penggunaan listrik setiap hari dan dapat menekan pengeluaran biaya listrik setiap bulannya.

Kemudian, Kepala Bidang Tata Lingkungan, Cut Safarina Yulianti, ST.,MM,MT. juga menjelaskan sistem kerja pemasangan hingga pemanfaatan solar panel kepada tim liputan.

“Jadi, untuk sistem kerjanya itu , energi matahari diserap oleh panel-panel yang telah terpasang. Kemudian tersimpan didalam baterai dan digunakan sebagai energi pengganti listrik. Energi matahari tadi telah diubah menjadi energi listrik yang menggunakan Inverter yang dialirkan ke pipa-pipa tertentu serta dapat dimanfaatkan sehari-hari sebagai energi terbarukan” Ungkapnya dengan lugas dan tertata.

Selain sektor pemerintahan, pihaknya juga memberi sosialisasi dan edukasi kepada gampong Proklim untuk pemanfaatan energi terbarukan ini. Baik itu bersumber dari sampah, angin, air dan matahari.

“….Selain sektor-sektor pemerintah, kita juga telah lakukan sosialisasi ya, memberi edukasi ke gampong-gampong Proklim untuk memanfaatkan energi terbarukan seperti yang bersumber dari sampah, air, angin dan matahari. Namun karena kondisi wilayah kita yang memungkinkan matahari, jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin ya” Jelasnya lagi.

Terakhir, pihaknya berharap untuk terus bersinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan cara mengurangi emisi dan menggunakan fasilitas-fasilitas yang mumpuni. Sehingga dapat mengurangi penggunaan energi listrik dan beralih pada penggunaan energi terbarukan. []