Antusiasme Siswa Fatih Bilingual School dalam Kunjungan Edukasi Ke TPA Kota Banda Aceh

Banda Aceh-  Fatih Bilingual School melakukan kunjungan edukasi ke Intermediate Treatment Facility (ITF) yang berada di pekarangan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Banda Aceh, Kamis (10/2/22).

Agenda yang dihadiri oleh puluhan siswa tersebut mengangkat tema edukasi tentang sistem pengelolaan sampah dan biogas di TPA Kota Banda Aceh yang beralamat di Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh.

Adapun agenda kunjungan tersebut mendapatkan apresiasi dari Kepala DLHK3 Banda Aceh melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Asnawi Z, ST.,MT. pihaknya berharap akan lebih ramai para siswa dan lembaga pendidikan lainnya yang berkunjung ke TPA Kota Banda Aceh.

“Kami sangat senang ya dengan kedatangan adik-adik siswa dari Fatih Bilingual School ini. Bisa saling berbagi ilmu disini. Kedepannya kami berharap akan lebih banyak para siswa dan lembaga pendidikan yang ada di Kota Banda Aceh maupun luar Banda Aceh yang mau mengenal lebih dekat dengan sistem pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Kota Banda Aceh” Ungkap Asnawi  memberi Apresiasi.

Kemudian, selain berdiskusi, Koordinator Intermidate Treatment Facility (ITF), T. Dharma Setiawan pun mengarahkan para peserta untuk berkeliling sembari mengamati secara langsung proses biogas yang ada di TPA.

“Sebelum menuju ke lokasi untuk melihat langsung hasil dari sistem pengelolaan sampah dan biogas itu, para siswa juga kami ajak untuk berdiskusi tentang proses-proses yang ada disini. Serta proses biogas itu sendiri yakni sistem distribusi serta kompresor menolak ke alat seperti kompor yang kemudian bisa dihidupkan/dimanfaatkan” Jelas Dharma saat ditanyai tim liputan.

Setelah berakhirnya proses kunjungan belajar lapangan tersebut, para siswa menunjukkan antusias yang begitu tinggi terhadap pengetahuan yang berkaitan dengan sistem pengelolaan sampah dan biogas yang ada di TPA Kota Banda Aceh.

Sehingga diharapkan dapat memacu semangat para siswa untuk berinovasi dan berkompetisi dalam menciptakan penemuan baru tentang cara pengelolaan sampah yang ada tepat di Kota Banda Aceh.[]