Kota Banda Aceh Berhasil Masuk Nominasi Penghargaan Nirwasita Tantra Tahun 2021

Bersinergi untuk lingkungan, Bukti nyata komitmen pemerintah kota

Banda Aceh- Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh berhasil masuk nominasi penghargaan Nirwasita Tantra atau Green Leadership di tahun 2021. Pemko setempat  optimis mampu meraih penghargaan dibidang lingkungan tersebut. Berbagai program unggulan lingkungan telah terjalankan, Sehingga diharapkan mampu memberi kontribusi besar dalam pencapaian nanti, Rabu (24/11).

Kemudian, penghargaan Green Leadership/Nirwasita Tantra ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat yang diberikan kepada pimpinan daerah. Baik eksekutif maupun legislatif yang berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan serta program kerja sesuai dengan prinsip pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan menuju Green Economy.

Hal ini menjadi motivasi kuat bagi daerah masing-masing di seluruh Indonesia dalam mempersiapkan berbagai program unggulan dan strategi jitu di bidang lingkungan hidup. Sehingga dapat terciptanya inovasi-inovasi yang terbaik untuk lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Hamdani Basyah,SH., mengatakan masuknya kota Banda Aceh sebagai nominator diantara sepuluh (10) kota sedang lainnya menjadi bukti nyata kinerja pemerintah daerah dalam menanggapi isu-isu lingkungan yang berkembang.

“Alhamdulillah, ditahun 2021 ini Kota Banda Aceh berhasil masuk nominasi penghargaan Nirwasita Tantra/Green Leadership tahun 2021 yang diberikan kepada pimpinan daerah ya, baik eksekutif dan legislatif. Ini merupakan bukti nyata pemimpin daerah kita sangat serius menanggapi isu-isu lingkungan yang ada.” Tutur Hamdani.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemko Banda Aceh melalui DLHK3 Banda Aceh telah mengangkat isu-isu lingkungan yang terdapat dalam dokumen Informasi Kineja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) tahun 2021.

Diantaranya Isu persampahan, Isu kualitas air perkotaan hingga pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ketiga isu tersebut diangkat setelah adanya pertemuan Focus Group Discussion (FGD) secara daring yang melibatkan Jajaran SKPD, Stakeholder, Perangkat gampong serta masyarakat luas.

Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE.,Ak,MM. menjabarkan beberapa strategi Kota Banda Aceh dalam menanggani isu-isu lingkungan tersebut.

“Untuk mengatasi tiga (3) permasalahan prioritas dari isu lingkungan itu, Pemerintahan Kota Banda Aceh mengatur beberapa strategi ya.. Seperti isu persoalan persampahan, saat ini DLHK3 telah memiliki 98 unit armada kebersihan yang siap melayani pengangkutan sampah di Banda Aceh. Penyediaan 50 unit Container dan 177 wadah komunal yang tersebar disetiap sudut kota. Melakukan pembinaan terhadap pengelolaan sampah melalui sosialisasi, mengadakan pelatihan pengelolaan sampah, rutin memberikan himbauan secara live dengan mobil penyuluhan hingga mengajak partisipan masyarakat melalui event-event lingkungan seperti HPSN, Lingkungan Hidup EXPO, WCD dan lainnya”. Papar Aminullah begitu lugas.

Tak hanya isu persampahan, Wali Kota yang telah menyabet berbagai penghargaan ini pun menambahkan strateginya untuk isu kualitas air perkotaan serta pemanfaatan RTH di Koetaradja.

“…..Selain isu persampahan, isu kualitas air perkotaan dan pemanfaatan RTH juga menjadi perhatian ya.. Strategi yang kita terapkan itu melakukan pemantauan terhadap kualitas rutin dilakukan dengan cara sosialisasi kepada para pelaku usaha/kegiatan menyediakan IPAL. Serta memaksimalkan pengelolaan pada sektor Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mengetahui peningkatan/perluasan RTH setiap tahun. Yang sebagian lain digunakan untuk taman rekreasi dan bermain anak” Jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, dinas terkait telah mengirimkan dokumen-dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) dan Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) dengan range 1 tahun kepada tim penilai sebagai kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap nominator yang masuk dalam kategori penerimaan penghargaan Nirwasita Tantra/Green Leadership tahun 2021 ini.

Disisi lain, persoalan lingkungan ini juga menjadi prioritas bagi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST. Ia mengatakan DPRK dan Pemko Banda Aceh sangat berkomitmen dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang bersih, sehat dan berkesinambungan melalui 3 program prioritas tadi.

“Kami (DPRK Banda Aceh) dan Pemko terus bersinergi dalam mewujudkan lingkungan kota yang terkelola dengan baik dan tepat ya.. Sehingga persoalan lingkungan yang menjadi isu global ini dapat kita atasi bersama-sama. Baik pemerintah setempat maupun seluruh lapisan masyarakat kota. Hal ini diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan dan kesetaraan masyarakat yang selaras dengan pelestarian lingkungan kota.” Harapnya.[]