Ungkap Strategi Pemko Raih Penghargaan Proklim, DLHK3 : Masyarakat Harus Proaktif dengan Lingkungan

Banda Aceh- Pemerintah Kota (Pemko) Langsa lakukan agenda kunjungan dan belajar bersama tentang Program Kampung Iklim (Proklim) di Kota Banda Aceh. Pertemuan itu diadakan di Aula Hotel Grand Mahoni,Peuniti,Banda Aceh pada Kamis (11/11).

Agenda yang dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Pemko Langsa, Suriyatno, SP. Ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai lapisan masyarakat, diataranya perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Langsa, Jajaran perangkat desa dan perwakilan dari beberapa gampong yang ikut dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Adapun tujuan diadakannya studi banding ini untuk memberi pemahaman kepada para peserta terkait strategi Pemko Banda Aceh dalam membangun desa Proklim. Sehingga nantinya dapat diimplementasi dengan efektif di desa masing-masing.

Hal serupa disampaikan pula oleh Kepala DLHK3 Banda Aceh melalui Kepala Bidang Tata Lingkungan, Cut Safarina Yulianti, ST.,MM,MT. bahwa mewujudkan desa Proklim itu harus adanya partisipasi masyarakat yang Proaktif dengan aksi-aksi lingkungan.

“Iyaa harus ada partisipasi warga desa yang proaktif dengan aksi lingkungan ya untuk wujudkan desa proklim, warga harus bisa adaptif dengan iklim di lingkungannya” Ujar Cut Safarina yang kerap disapa bu Dedep.

Ia juga menerangkan bahwa gampong di Kota Langsa telah menerapkan prinsip-prinsip dari Proklim tersebut. Hanya perlu melengkapi permohonan atau formulir yang sesuai dengan program nasional tersebut. Sehingga adanya kolaborasi antara teknologi dan kesiapan masyarakat desa menjadi nilai tambahnya.

Ada empat (4) gampong yang ikut serta pada pertemuan tersebut yakni Pondok Kemuning, Sungai Lueng, Telaga Tujuh atau Pusong dan gampong Cinta Raja. Keempat gampong tersebut dicanangkan menjadi Pilot Project dalam Program Kampung Iklim (Proklim) ini.

Hingga berita ini diturunkan, dalam kurun waktu satu setengah tahun Kota Banda Aceh telah menerima penghargaan tingkat nasional dari Program Kampung Iklim (Proklim) tersebut. Hal ini menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan masayarakatnya.

Setelah mengikuti agenda belajar bersama, para peserta juga akan didampingi oleh tim DLHK3 Banda Aceh untuk mengunjungi langsung desa-desa yang telah meraih penghargaan Proklim tadi. Diantaranya desa Lambung dan desa Peunyerat. Di dua desa itu, para peserta akan diarahkan untuk mengamati proses pengelolaan sampah, ketahanan pangan, dan masyarakat yang bersatu dan proaktif menghadapi mitigasi serta adaptasi perubahan iklim.

Kemudian, para peserta diajak mengunjungi gampong Nusa, kecamatan Lhoknga, Aceh Besar untuk mempelajari konsep penting Home Stay yang diterapkan.

Menanggapi agenda ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Hamdani Basyah, SH., berharap setiap rencana yang telah disusun dapat berjalan dengan baik dan seluruh desa di Kota Banda Aceh dapat terwujud menjadi desa Proklim.

“Agenda ini sangat positive ya, saling sharing dan pastinya dapat menjalin silaturahmi antar kabupaten kota. Saya berharap seluruh desa di Kota Banda Aceh dapat menjadi desa Proklim ya.. minimal telah melakukan aksinya. Sehingga menjadi gampong sehat, gampong bersih dan nyaman. Tutur Hamdani bersemangat. []