Capaian dan Prestasi DLHK3 di Empat Tahun Kepemimpinan Amin-Zainal

Banda Aceh – Hari ini, 7 Juli 2021 genap empat tahun masa kepemimpinan Aminullah Usman dan Zainal Arifin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh.

Selama empat tahun menahkodai ‘Kota Gemilang’, berbagai capaian telah dilakukan di berbagai sektor.

Khusus di bidang kebersihan, lingkungan dan keindahan kota yang menjadi tugas DLHK3 Banda Aceh, berbagai capaian dan prestasi juga telah diukir.

Adapun dari capaian-capaian tersebut kemudian mendatangkan sejumlah prestasi, diantaranya penghargaan Adipura tingkat Provinsi Aceh yang diserahkan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) tahun 2019 lalu.

Kemudian Penghargaan Nurwasita Tantra Award sebagai penyediaan Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) terbaik.

Selanjutnya Banda Aceh terpilih sebagai peringkat 1 pengelolaan sampah terbaik se-Indonesia pada tahun 2020 yang dipublikasikan Lokadata.id.

Banda Aceh juga berhasil menembus 3 besar dalam penyediaan data untuk Kota Berkelanjutan yang digelar WWF.

Kemudian Kota Banda Aceh juga berhasil meraih sertifikat Penghargaan Program Kampung Iklim kategori Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup. Raihan prestasi tersebut bersumber pada “Gampong Lambung” yang diajukan Kota Banda Aceh dalam penilaian gampong proklim 2020.

Prestasi lainnya di level nasional, DLHK3 dengan inovasi mengolah sampah jadi gas metan menuai prestasi dari pemerintah pusat, yakni Pangribta Award 2020.

Selanjutnya, meraih peringkat I Anugerah Prof A Madjid Ibrahim (AMI). Inovasi yang menghasilkan gas metan juga jadi penilaian mendapatkan penghargaan tersebut.

Kepala DLHK3 Banda Aceh, Hamdani Basyah mengatakan dinas yang ia pimpin terus berupaya keras mewujudkan cita-cita dari Pemerintahan Amin-Zainal di sektor kebersihan, lingkungan hidup dan keindahan kota.
“Kami melihat komitmen dari Pak Wali sangat kuat dalam mewujudkan Banda Aceh yang bersih, indah, rapi dan nyaman,” kata Hamdani Basyah.

Karenanya, DLHK3 terus berinovasi dengan berbagai program untuk menerjemahkan cita-cita tersebut.

Dari sisi kebersihan, secara kasat mata dapat dilihat Banda Aceh jauh lebih bersih. Sekitar 650 petugas kebersihan DLHK3 terus bekerja 24 jam membersihkan ibukota. Siang, malam hingga subuh hari pasukan orange selalu terlihat menjalankan tugasnya dengan maksimal.

DLHK3, dalam menjalankan tugasnya selalu berupaya mendorong partisipasi masyarakat. Pada program pemilahan dan pembatasan sampah misalnya. DLHK3 menjalankan program ini di kantor-kantor, rumah ibadah, hotel/restoran, sekolah dan tempat keramaian dengan melibatkan masyarakat. Di sekolah, siswa dan guru diberikan pendampingan dalam mengelola sampah sekolah. Berikut dengan pemilahan dan pembatasan plastik. Begitu juga di hotel, kantor hingga restoran yang melibatkan pihak pegawai/pekerjanya masing-masing.

Hingga saat ini, untuk hotel sudah ada 20 hotel yang ikut berpartisipasi dan berkomitmen menjalankan program pemilahan dan pembatasan sampah di area hotel mereka. Rinciannya, untuk binaan bank sampah sektoral pada tahun 2020 ada 10 hotel dan tahun 2021 ada 10 hotel.

Selain hotel, program ini juga diikuti 61 sekolah (tahun 2020 dan 2021), 46 instansi pemerintah dan swasta, 35 rumah ibadah, 5 restoran dan 35 rumah ibadah serta 28 Depo WCP dari 13 gampong. Program pemilahan sampah sistem Waste Collecting Point (WCP) ini sejak kepemimpinan Aminullah Usman berkembang. Tercatat dari program WCP ini pengurangan sampah mencapai 3169,8 Kg pada tahun 2020 lalu.

Tahun ini, ada 15 ritel seperti 9 Indomaret, 3 Alfamart plus Suzuya Mall dan Plaza Aceh yang ikut program ini. Potensi plastik di usaha ritel dan mall itu mencapai 53,89 Kg/hari dan 1,5 ton/bulan.

Secara keseluruhan, sampah yang dikelola menunjukan persentase kenaikan. Pada 2019, sampah yang terkelola 95,15 % dan naik menjadi 96,87 % pada tahun 2020.

Tujuan dari program ini, sesuai dengan yang diamanatkan dalam Perwal Banda Aceh No.46 Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Pengeolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (Jakstrada) dengan target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%. Potensi timbulan sampah di Kota Banda Aceh tahun 2018 mencapai 86.022 ton/tahun ditargetkan tahun 2025 berkurang sebesar 27.192 ton/tahun.

Selain itu, capaian lain yang telah terlihat adalah pembangunan taman median jalan. Selain di jalan-jalan protokol yang telah dibangun sebelumnya, tahun 2020 lalu penambahan pembangunannya dilakukan di 12 lokasi, diantaranya Jl Mohd Hasan, Jl Tgk Imum Lueng Bata, Jl Cut Nyak Dhien dan jalan lainnya. Tidak salah kemudian seluruh jalan di Banda Aceh saat terlihat dipenuhi dengan rimbunnya aneka jenis bunga.

Keberhasilan lainnya, DLHK3 berinovasi mengolah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa menjadi gas metan.

Bahkan, hingga saat ini gas metan tersebut sudah dimanfaatkan 210 KK di dua gampong (Desa) sekitar TPA, yakni Gampong Jawa dan Gampong Pande.

Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk membeli elpiji, karena untuk kebutuhan memasak sehari-hari sudah ada gas metan gratis dari TPA.

Kedepan, program ini ditargetkan bisa dinikmati hingga 250 KK.

Atas capaian dan prestasi dan ditorehkan DLHK3 tersebut, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyampaikan apresiasi.

Kata wali kota, sebagai kota yang mengandalkan sektor pariwisata, kebersihan lingkungan dan keindahan kota mutlak diperlukan agar wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh merasa nyaman dan terkesan sehingga merasa ingin kembali di kemudian hari. Terutama untuk fasilitas publik harus selalu dirawat dengan bersih untuk kemudian menghadirkan kesan terbaik bagi pengunjung.

Dengan begitu, saat pandemi akan berakhir Banda Aceh siap kembali menyambut wisatawan yang datang.[]