Progress Program Pemilahan Sampah di Hotel Grand Permata Hati

Olah Sampah Organik Jadi Pupuk

Banda Aceh – Hotel Grand Permata Hati Banda Aceh menjadi hotel selanjutnya yang menyatakan dukungan terhadap program pemilahan dan pembatasan sampah setelah sebelumnya sejumlah hotel lainnya juga telah menyatakan dukungan serupa.

Penasehat Satgas Pengelolaan Sampah Hotel Grand Permata Hati, Budi Kamis (1/7/2021) mengatakan pihaknya terus bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh terkait program pemilahan dan pembatasan sampah yang diterapkan di hotel yang terletak di Jl Iskandar Muda, Blang Oi tersebut.
“Kita terus mendapatkan arahan dari tim fasilitator DLHK3. Kita mulai lakukan pemilahan sampah ini bulan Juni,” ungkap Budi.

Agar program ini maksimal berjalan, pihaknya masih terus menyosialisasikan ke karyawan supaya paham dan menjadi kebiasaan dalam pemanfaatan sampah.

Ia juga mengungkapkan untuk mendukung program tersebut, di sejumlah lokasi di hotel sudah dilengkapi dengan tempat penampungan pemilahan sampah.

Kata Budi, Hotel Grand Permata Hati menilai program tersebut sangat berguna karena bisa memudahkan pihaknya dalam pengolahan sampah. Dengan program tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk penghijauan area hotel.
“Seperti botol air mineral bisa kami jadikan pot untuk tanaman gantung, hotel juga jadi indah dan terlihat hijau di area hotel,” ujarnya.

Tidak sekedar memilah, pihaknya juga mengaku mengolah sampah organik menjadi pupuk.

Sementara tim fasilitator DLHK3 terus melakukan Pendampingan kepada pihak hotel agar program ini berjalan sukses.

Salah-satu tim fasilitator, Ridha Rahman mengatakan ia dan rekan-rekannya sering mengunjungi hotel, melakukan monitoring dan memberi pendampingan.

Katanya banyak progress terkait program tersebut di Hotel Grand Permata Hati.

Setelah dilakukan sosialisasi teknis mengenai program pemilahan dan pembatasan sampah, pihak hotel langsung menindaklanjuti menjalankan program tersebut.
“Saat pendampingan kita juga jelaskan manfaat dan fungsi dari Bank Sampah WCP. Kita juga berikan dan jelaskan form pembatasan timbulan sampah,” katanya.

Saat ini tim fasilitator melihat pihak hotel telah melakukan pemanfaatan terhadap sampah organik dan non organik.
“Sampah makanan kita lihat tidak dibuang tetapi diolah kembali untuk menjadi pupuk kompos yang pengolahannya dilakukan di daerah Tanjung,” ujarnya.

Pihak hotel juga memiliki tempat khusus yang digunakan sebagai tempat pengolahan dan pemanfaatan sampah organik dan non-organik

Dari pantauan tim, meski program ini baru berjalan di hotel tersebut, tapi sampah residu yang dihasilkan sudah ada sekitar 1 sampai 3 Kilogram perharinya

Di hotel tersebut juga terdapat kebun gizi yang saat ini telah dipindahkan karena adanya perluasan.
“Untuk beberapa dari bahan dapur pihak hotel memperoleh dari kebun yang dikelola sendiri. Kebun tersebut juga digunakan sebagai tempat pemanfaatan sampah organik yang telah diolah menjadi pupuk yang berasal dari makanan sisa yang dihasilkan,” ungkapnya.

Kepala DLHK3 Banda Aceh, Hamdani Basyah menyampaikan apresiasi atas dukungan pihak Hotel Grand Permata Hati terhadap program pemilahan dan pembatasan sampah.

Katanya, program tersebut dilakukan dalam rangka menyukseskan Kebijakan dan Strategi Nasional (Jaktranas) mengurangi timbulan sampah hingga 30% di tahun 2025 sesuai Perpres Nomor 97 Tahun 2017.

Tidak lupa, ia pun menyampaikan terimakasih kepada pihak Hotel Grand Permata Hati serta berharap kesuksesan serupa juga diikuti oleh hotel-hotel yang lain di Kota Gemilang.
“Terima kasih telah mendukung program pemerintah untuk sukseskan Banda Aceh bebas sampah,” tutup Hamdani Basyah.[]