Rutin Bersihkan Pasar Al-Mahirah, DLHK3 Kerahkan 24 Petugas

* Olah Sampah Pasar Jadi Kompos

Banda Aceh – Sedikitnya 24 petugas kebersihan dikerahkan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh setiap harinya di Pasar Al Mahirah, Lamdingin.

Mereka dibagi dalam tiga shift per hari untuk memastikan pasar terpadu tersebut selalu dalam kondisi bersih.

Kasie Operasional Kebersihan DLHK3 Banda Aceh, Dian Adiyanto ST MT Rabu (9/6/2021) merincikan para petugas kebersihan tersebut mulai bekerja pada pukul 8.00 sampai dengan 12.00 WIB dengan kekuatan lima pekerja. Kemudian pukul 14.00 s/d 16.00 WIB masuk shift ke dua dengan jumlah 10 petugas. Selanjutnya shift ke tiga mulai bertugas bakda magrib hingga pukul 22.00 WIB.

Selain 24 petugas tersebut, DLHK3 juga mengerahkan Pekerja pekerja khusus penyiraman dan pembersihan pasar ikan.

“15 orang pekerja masuk dua shift per hari sedangkan pekerja khusus penyiraman dan pembersihan pasar ikan dilakukan pada malam hari,” jelasnya.

Selain menjalankan tugas rutin membersihkan Pasar Al Mahirah, petugas tersebut juga melakukan sosialisasi kepada pedagang dan pengunjung akan pentingnya kebersihan pasar dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. DLHK3 telah menempatkan sejumlah wadah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) untuk menampung sampah pasar.

DLHK3 Kota Banda Aceh telah menyediakan 9 unit tong sampah komunal dengan volume 600 liter dan satu 1 unit kontainer di pasar yang baru saja ditempati pedagang tersebut.

Sampah yang dikumpulkan dari Pasar Al-Mahirah diolah menjadi kompos oleh DLHK3.
Sebelumnya, sebanyak 400 kg sampah organik telah diolah menjadi pupuk kompos di Intermediate Treatment Facility (ITF).

Kasie Teknologi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh Rosdiana, ST MT menambahkan sampah organik yang berasal dari Pasar Al Mahirah diolah menjadi pupuk kompos sejak diaktifkan kembali pasar tersebut oleh Pemko Banda Aceh beberapa waktu lalu.

“Hari ini, kita berhasil kumpulkan 310 kg sampah organik. Semuanya sudah ada 710 kg sampah yang sudah kita angkut dan bawa ke ITF. Di sana akan kita lakukan proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos,” ungkapnya.[]