Kisah Sunyi Pasukan Orange Bersihkan ‘Kota Gemilang’

Banda Aceh – Jam masih menunjukkan pukul 04.30 Wib pagi. Kondisi jalan di samping kiri pagar Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh itu terasa masih gelap dan sunyi. Namun Murdani dan Mahdini, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Keindahan dan Kebersihan Kota (DLHK3) Banda Aceh sudah berada di jalan yang biasanya digunakan nyak-nyak berjualan sirih tersebut. Dinginnya udara dini hari tak menjadi halangan bagi kedua ‘Pasukan Orange’ ini menjalankan tugas mereka. Berbekal sapu lidi di tangan, mereka terlihat cekatan menunaikan tugasnya membersihkan sampah-sampah di ruas jalan itu.

Pekerjaan itu dilakukan mulai pukul 04.30 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB. Mereka berdua hanya beristirahat sebentar untuk menunaikan shalat subuh. Setelah itu keduanya kembali melanjutkan tugas membersihkan sampah hingga pukul 06.00 Wib.

“Kami berangkat dari tempat tinggal pukul 04.20 Wib, sekitar pukul 04.30 Wib kami sudah mulai menyapu sampah sisa orang jualan di Taman BTPN, jalan samping kiri pagar masjid dan di lokasi pedagang berjualan sirih,” ujar Mahdini (28 tahun) ketika diwawancarai, Jumat (10/7/2020).

Sampah yang ia bersihkan mayoritas sampah plastik, sisa pedagang yang berjualan malam di lokasi tersebut. Sampah-sampah yang telah dikumpulkan kemudian ia masukkan ke wadah yang telah disediakan DLHK3 untuk di angkut ke TPA.

 

“Saat jamaah pulang subuh, lokasi ini sudah harus bersih,” ujarnya.

Kebersihan di seputaran masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu harus tetap terjaga setiap saat. Ketika Mahdini dan rekannya selesai betugas pada pukul 06.00 WIB, petugas yang lain juga membersihkan ruas jalan lainnya, masih di seputaran kawasan MRB.

Joni, Manager Kebersihan Kecamatan Baiturrahman mengatakan, ada 23 petugas lainnya yg ikut membersihkan kawasan tersebut. Mulai dari Jl KH Ahmad Dahlan, Jl Muhammad Jam, Jl Ujong Rimba, Jl STA Mahmudsyah, Jl Tgk Chid Ditiro, Jl Majid Ibrahim, Jl Abu Lam U hingga Jl Iskandar Muda di kawasanzblang Padang.

“Ke 23 petugas itu tersebar di titik-titik lokasi seputaran Masjid Raya Baiturrahman. Mereka mulai bekerja pada pukul 06.00 s/d 08.00 WIB,” kata Joni.

 

Kisah Mahdini dkk harus bangun melawan dinginnya udara pagi membersihkan kota hanya secuil kisah perjuangan dari pasukan orange di ‘Kota Gemilang’. Bukan hanya di seputaran Masjid Raya Baiturrahman, tugas-tugas serupa juga dilakukan secara rutin oleh pahlawan-pahlawan kebersihan DLHK3 lainnya ini di Kuta Raja. Tujuannya, Kota Banda Aceh sebagai kota tujuan wisata harus tetap bersih, indah dan rapi.

Kepala DLHK3 Banda Aceh, Hamdani SH menyampaikan apresiasi kepada ‘Pasukan Orange’. Katanya, tugas-tugas mulai yang dilakukan para petugas diharapkan jadi inspirasi bagi semua orang merawat Banda Aceh tetap bersih.

Ia juga berharap, masyarakat kota ikut berpartisipasi menjaga kebersihan, minimal membantu tugas-tugas para pekerja dengan menempatkan sampah di wadah yang telah disediakan.

“Tidak membuang sampah sembarangan saja itu merupakan bentuk dukungan dan penghargaan kita kepada pasukan orange. Kebersihan kota ini merupakan tugas kita bersama,” ujar Hamdani.[]