DPRK Dorong DLHK3 Tambah Armada Pengangkut Sampah

Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar mendorong DLHK3 Banda Aceh menambah unit armada pengangkut sampah agar program-program kebersihan kota dapat berjalan dengan maksimal.

Hal ini disampaikan Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar saat meninjau bengkel mandiri DLHK3 bersama Banggar DPRK, Rabu (8/7/2020) yang berada di area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gampong Jawa.

“Kita turun ingin melihat langsung pengelolaan bengkel mandiri DLHK3, di sini kita bisa melihat dari bagaimana kondisi mobil-mobil atau armada angkutan sampah milik pemerintah Kota Banda Aceh yang dikelola oleh DLHK3,” ungkap Farid Nyak Umar.

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta dinas yang dipimpin Hamdani SH dapat mendata kembali seluruh armada untuk diinventarisir, yang masih layak atau tidak.

“Setelah di data, bisa diketahui berapa kekurangan armada. Kita dorong agar dilakukan pengadaan armada baru untuk kelancaran tugas-tugas DLHK3,” pinta Farid Nyak Umar.

“Jik perlu melakukan pengadaan mobil operasional baru, tentu DPRK akan berdiskusi dengan tim anggaran pemerintah kota agar ini di-support,” tambah Farid Nyak Umar.

Selain meninjau workshop dan bengkel mandiri, Ketua dan Banggar DPRK juga mengecek realisasi proyek-proyek fisik tahun 2019 yang dikerjakan DLHK3.

Kedatangan tim Banggar DPRK ini disambut langsung oleh Kepala DLHK3 Banda Aceh Hamdani, SH beserta jajarannya.

Kepada Ketua dan Banggar DPRK. Hamdani menjelaskan selama ini pihaknya memang memiliki kendala yakni keterbatasan armada pengangkut sampah karena banyak unit angkutan yang sudah termakan usia sehingga tidak layak lagi untuk dioperasikan. Kerusakan kerap terjadi pada bagian mesin.

“Kalau sekarang umumnya armada kita mengalami kerusakan pada mesin. Namun dengan segela keterbatasan, kita terus berusaha semaksimal mungkin sampah tetap diangkut ke TPA Regional di Blang Bintang setiap hari agar tidak menumpuk di TPA Gampong Jawa,,” jelasnya.

Lanjutnya, produksi sampah di Kota Banda Aceh mencapai angka 230 ton dalam sehari. Dari 230 ton tersebut, pihaknya hanya mampu mengangkut kembali sebanyak 180 ton sampah ke TPA Regional Blang Bintang. Sisanya ditampung di TPA Gampong Jawa.

“Sehingga rata-rata sisa sampah disini mencapai 40-50 ton perhari. Jika kita mendapatkan tambahan armada, InsyaAllah ini akan teratasi,” ujar Hamdani.[]