Agar Mudah Diangkut Petugas, DLHK3 Kota Imbau Warga Buang Sampah Sesuai Jadwal

Banda Aceh – Masyarakat Kota Banda Aceh diminta mulai teratur mematuhi jadwal membuang setiap harinya, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan Dinas Lingkungan Hidup, Keindahan dan Kebersihan Kota (DLHK3) Banda Aceh.

Hal ini dilakukan demi maksimalnya petugas kebersihan mengangkut sampah warga untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala DLHK3 Banda Aceh, Hamdani SH mengatakan pihaknya telah mengatur jadwal bagi warga membuang sampah, yakni mulai pukul 19.00 Wib s/d 07.00 Wib setiap harinya.

Jadwal ini mulai diberlakukan tahun lalu dan masih terus disosialisasikan ke warga agar diketahui lebih luas.

“Tujuannya agar sampah yang telah ditempatkan warga di depan rumah atau tempat usaha lebih maksimal diangkut petugas DLHK3,” ungkap Hamdani, Senin (15/6/2020) di ruang kerjanya.

Tujuan lain, lanjutnya dengan diaturnya jadwal tersebut akan memudahkan proses pengangkutan karena telah disesuaikan dengan jadwal para ‘Pasukan Orange’.

“Kita minta warga menempatkan sampah mulai pukul 19.00 Wib malam hingga pukul 07.00 Wib pagi. Dengan jadwal ini dipastikan kota tetap terlihat bersih karena dari malam hingga dini hari petugas langsung mengangkutnya,” ungkapnya.


Dengan jadwal tersebut, ia juga menilai tugas pembersihan yang dilakukan petugas lebih efisien dan lebih maksimal menjangkau titik titik lain di seluruh wilayah kota.

“Penetapan jadwal ini selain untuk efisiensi operasional kami, juga untuk dapat menjangkau titik lain tanpa harus beroperasi di rute yang sama hingga 4 kali sampai 5 kali,” kata Hamdani.

Kepada warga, baik di depan rumah atau toko di wilayah komersil, Hamdani mengimbau agar rutin menyapu halaman dan juga mengemas sampah serta meletakkan di depan toko sesuai jadwal agar tidak berceceran.

“Tapi tetap harus dikemas sampahnya agar tidak berserakan saat petugas kita mengambil. Ini juga bisa menghemat waktu para petugas,” lanjutnya.

Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat membantu sektor pariwisata Kota Banda Aceh sesuai tekad wali kota dalam membangun pariwisata yang bersih dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kalau Kota Banda Aceh sudah indah, pariwisata makin bagus maka ekonomi kita juga bakal meningkat dan masyarakat akan merasakan manfaatnya,” tutup Hamdani.[]