DLHK3 Sambangi Rumah Warga untuk Lakukan Monitoring Berkala

• Juga Lakukan Monitoring Rutin Depo WCP

Banda Aceh – Fasilitator Penyuluh 3R Dinas Lingkungan, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh melakukan monitoring berkala ke Gampong Alue Deah Teungoh guna memantau perkembangan penggunaan depo pemilahan sampah dengan sistem Waste Collecting Point (WCP) pada Jumat (12/06/2020).

Kegiatan monitoring ini dilakukan setiap hari kerja sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Ada enam orang fasilitator 3R yang dibagi menjadi 2 tim monitoring untuk mengunjungi depo pilah sampah di desa tersebut.

Masing-masing tim yang melakukan monitoring ini langsung menyambangi rumah warga yang berada di Desa Alue Deah Teungoh dan Deah Glumpang seraya melakukan evaluasi dan memastikan warga sekitar tidak mengalami kendala.

Salah satu anggota tim, Nanda mengungkapkan bahwa timnya memiliki jadwal rutin harian untuk berkunjung ke desa dan melakukan komunikasi lanjutan kepada masyarakat sekitar.

“Kita membuat jadwal untuk lakukan monitoring. Seusai monitoring di Alue Deah Teungoh pasti dilanjutkan ke Gampong Deah Glumpang besoknya,” ungkapnya.

Pembagian depo ini disesuaikan dengan adanya warga gampong setempat. Untuk gampong Alue Deah Teungoh (ADT) sendiri terdapat 10 depo pilah sampah yang didirikan. Satu diantaranya tidak aktif lagi. Dan setiap warga yang mengikuti program tersebut juga dibagikan kerangka pilah sampah dirumahnya.

“Satu desa kita bagi kerangka pilahnya, terutama bagi anggota depo yang aktif memilah sampah dan sudah terdata. Ada sekitar 30 orang anggota untuk satu depo. Ada 10 depo di ADT, tapi yang aktif itu sembilan depo,” tambah Nanda.

Kemudian pihaknya juga menambahkan jika dinas terkait akan memberikan surat teguran secara berkala sebanyak 3 kali dan hasil teguran tersebut akan di kirim laporannya ke geuchik setempat.

“Jika ada warga yang tidak menggunakan rangka pilah dengan efektif, maka pihak kami akan memberikan berkala sebanyak tiga kali. Jika teguran itu tidak diindahkan, maka
akan diambil kembali rangka pilah yang sudah kita bagikan ke warga tersebut,” lanjut Icut, yang juga salah satu anggota.

Kepala DLHK3, Hamdani mengatakan menurunkan fasilitator ke gampong-gampong untuk memastikan berjalannya program pemilahan sampah dari rumah yang telah dicanangkan Walikota Banda Aceh awal Maret lalu dan mendukung pengurangan sampah yang di targetkan 22% pada tahun 2020 sebagaimana tertuang dalam peraturan Walikota No. 46 Tahun 2018.

Adanya program pilah sampah dari rumah dengan sistem WCP ini, lanjut Hamdani sangat membantu para warga sekitar dalam menanggani permasalahan sampah rumah tangganya.

Katanya, selain dapat mengedukasi para warga, program pilah sampah dari rumah dengan sistem WCP ini juga bisa menambah pundi-pundi keuntungan bagi para warga yang aktif menerapkannya.

Seperti pengakuan salah-satu warga desa Alue Deah Teungoh, Rawani Harahap. Ia dan warga lain anggota WCP sangat mendukung program pilah sampah dari rumah dengan sistem WCP ini.

Bahkan pihaknya juga berharap agar program-program seperti ini terus diterapkan di banyak desa dengan fasilitas yang lebih baik lagi.

“Bagus sekali program seperti ini, jadi kita enggak buang sampah sembarangan lagi. Tempat pembuangannya juga ada, karena disediakan depo untuk langsung dipilah. Kita liat juga senang, nyaman apalagi bisa di daur ulang. Sangat bagus terobosan seperti ini. Saya sangat mendukung program pilah sampah dari rumah tangga ini terus berjalan dengan sistem WCP,” harapnya.[Ayu]