Uji Coba Aplikasi SPECTRUM, DLHK3 Banda Aceh Jadi Kabupaten Kota Percontohan

Penyerahan Piagam Penghargaan Apresiasi Partisipasi Proklim kepada Gampong Alue Deah Teungoh untuk periode 2020, Rabu (05/5) di Aula lantai 2 kantor keuchiek ADT/ Foto : amf.

*Ikuti Bimtek hingga Penyerahan Sertifikat Apresiasi Partisipasi Proklim Kategori Madya Madya kepada gampong Alue Deah Teungoh periode 2020

Banda Aceh- DLHK Aceh tunjuk DLHK3 Banda Aceh menjadi kabupaten kota percontohan untuk praktek lapangan dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistim Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca Secara Cepat, Tepat dan Responsible Untuk Masyarakat (SPECTRUM) dan Pengisian Form ProKlim 2021 di 23 Kabupaten/Kota.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai upaya mewujudkan strategi nasional untuk target 20.000 kampung iklim pada tahun 2024 yaitu dengan meningkatan kapasitas Pemerintah Daerah penyelenggara Program Kampung Iklim (ProKlim) untuk mendukung target NDC Indonesia mencapai 29 % penurunan emisi pada Tahun 2030.

Adapun tujuan pelaksanaan agenda sebagai rangka pemenuhan pengisisan data-data terkait usulan Gampong pada Program Iklim (Proklim) tahun 2021. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK3, Cut Safarina Yulianti, ST.,MM.,MT. bahwa pihaknya dengan senang hati menerima para peserta Bimtek melakukan praktek lapangan langsung untuk pengisian data-data real terkait usulan gampong Proklim dengan menggunakan Aplikasi SPECTRUM.

“Pihak kami sangat senang untuk pelaksanaan kegiatan ini ya, kami mengarahkan para peserta untuk mengenali lebih detail tentang program unggulan yang ada di Gampong Alue Deah Teungoh yang berhasil menerima penghargaan sebagai Gampong Proklim dari KLHK RI” Ungkapnya kepada tim liputan.

Tak hanya pelaksanaan Bimtek pengoperasian aplikasi SPECTRUM, agenda yang dihadiri oleh puluhan peserta dari 23 kabupaten/kota ini pun melakukan penyerahan piagam penghargaan apresiasi partisipasi Proklim kepada gampong Alue Deah Teungoh untuk periode 2020 silam.

Adapun sertifikat penghargaan tersebut diterima langsung oleh Keuchiek Gampong ADT, Azri Munaldi, SE. di Aula Lantai 2 kantor Keuchiek Alue Deah Teungoh pada Rabu (05/5) pukul 10.00 WIB. Hal ini merupakan pencapaian luar biasa dari salah satu gampong yang berada di kecamatan Meuraxa-Kota Banda Aceh itu.

Azri mengungkapkan kebahagiannya menerima piagam perhargaan terhadap pencapaian gampongnya tersebut. Dan berharap gampong Alue Deah Teungoh dapat terus proaktif dalam Program Iklim (Proklim).

“Alhamdulillah, gampong kami Alue Deah Teungoh mendapatkan piagam penghargaan apresiasi partisipasi Proklim hari ini ya, kami harap gampong kami juga bisa semakin proaktif lagi berpartisipasi dalam Proklim dan terus menjadi yang terbaik ditingkat provinsi maupun nasional. Yang pasti dengan tanaman2 yg hijau dan juga kegiatan-kegiatan positif lainnya.” Ujar Azri sumringah.

Kemudian, setelah melakukan simbolisasi penyerahan piagam penghargaan Proklim dan Bimbingan Teknis untuk pengoperasian Sistim Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca Secara Cepat, Tepat dan Responsible Untuk Masyarakat (SPECTRUM) para peserta diarahkan ke beberapa lokasi program unggulan gampong ADT seperti lokasi pemilahan sampah di Waste Collecting Point (WCP), Kebun gampong hingga lokasi Hutan Mangrove.

Terkait hal itu, Cut Safarina Yulianti juga menjelaskan alur dari proses uji coba penggunaan Aplikasi SPECTRUM ini dalam  perolehan data dilapangannya.

“Jadi, para peserta Bimtek yang telah dibagi menjadi dua kelompok itu nantinya akan menyebar dibeberapa lokasi yang menjadi objek utama. Dalam hal ini seperti lokasi pengelolaan sampah, pemilahan sampah dan hutan manggorove. Mereka akan mencari tahu data terkait pengelolaan sampah apa saja yang dilakukan, jenis apa sampahnya (organic, plastik,residu)”. Paparnya.

Ia juga menambahkan, para peserta nantinya akan mendetailkan lagi persentasenya perolehan dana dari program yang dilakukan dan melakukan tracking dilokasi untuk mendapatkan data yang real untuk diisi ke dalam form aplikasi berdasarkan verifikasi di lapangan.

“… setelah didapatkan data yang tadi, kemudian didata lagi bagaimana organik diolah, daun berapa persen, pendanaannya darimana. Itu juga harus di detailkan dalam pengisian form ini. Untuk lokasinya itu akan dilakukan tracking yang membentuk polygon berdasarkan luas lahan.” Kata Cut Safarina yang kerap disapa Bu Dedep itu.

Adapun pelaksanaan Program Iklim (Proklim) di Kota Banda Aceh ini telah berlangsung sejak tahun 2017 silam dan Banda Aceh menjadi salah satu kabupaten kota yang masih tetap eksis dan proaktif berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Pihaknya berharap Kota Banda Aceh tidak hanya menjadi contoh pada pelatihan dan Bimtek ini saja. Namun dapat menjadi contoh selamanya untuk gampong Proklim. Tak hanya sebagai ajang meraih penghargaan tapi juga sebagai lifestyle dikehidupan sehari-hari. Dan 90 gampong yang ada di Kota Banda Aceh pun dapat menjadi gampong Proklim.[]