Program Pemilahan Sampah di SMAN 2, Begini Progressnya

Banda Aceh – SMAN 2 Banda Aceh juga termasuk salah-satu sekolah yang mendukung program pemilahan dan pembatasan sampah untuk memenuhi target pengurangan pada tahun 2020 ini sebesar 22%. Sekolah yang terletak di Jalan Dharma Gampong Mulia Kecamatan Kuta Alam ini juga mendapatkan pendampingan dan pembinaan Dinas Lingkungan Hidup Keindahan dan Kebersihan Kota (DLHK3) Banda AcehAceh dalam program pemilahan sampah.

Senin (30/11/20), DLHK3 menurunkan tim fasilitator melakukan monitoring dan evaluasi ke sekolah tersebut.

Kata Kepala DLHK3 Hamdani Basyah SH dari hasil monitoring, pihak sekolah sudah menjalankan program pemilahan dan pembatasan sampah, namun selama pandemi covid-19 tidak ada kegiatan sama sekali di sekolah karena sistem belajar-mengajar dilakukan secara daring sehingga program yang dijalankan sekolah ikut vakum.
“Tentunya kita berharap saat aktifitas sekolah kembali normal, program pemilahan dan pembatasan sampah berjalan maksimal, seperti daur ulang seperti botol plastik dan ban bekas menjadi pot bunga, tong cat menjadi wadah sampah pemilahan,” harap Hamdani Basyah.

Diungkapkannya, dari hasil monev ditemukan kendala-kendala dimana petugas kebersihan terkesan kurang serius menjalankan program pemilahan dan pembatasan sampah.

Peran serta siswa juga belum terlihat maksimal meskipun di sekolah tersebut sudah disediakan wadah pemilahan 4 jenis sampah setiap ruangan kelas.

“Untuk itu, pihak tim fasilitator selalu berupaya melakukan pembinaan dan juga sosialisasi pengelolaan sampah terhadap siswa dan guru untuk menjalankan program pemilahan sampah tersebut. Satgas kita minta dapat mengikutsertakan setiap wali kelas untuk bertanggung jawab atas pemilahan sampah di ruangan kelas masing-masing,” kata Hamdani Basyah.

Kata mantan Kadispora ini, tim fasilitator menyarankan kepada pihak sekolah untuk membentuk tim satgas baru dalam menjalankan program pemilahan, pembatasan timbulan dan pemanfaatan sampah.

Menurutnya, dengan program tersebut semua sampah dapat dikelola dengan baik dan benar sehingga hanya residunya saja yang dibuang dan dilakukan pengangkutan oleh pekerja DLHK3.

Sedangkan sampah yang sudah terpilah dikelola dengan sistem bank sampah Waste Collecting Point (WCP), dimana dilakukan penimbangan, pencatatan dan pengangkutan daur ulang sampah dengan menggunakan armada khusus pengangkutan daur ulang sampah.

Bukan hanya itu, saat turun ke SMAN 2 ini, tim fasilitator menyarankan sampah organik yang berupa daun yang dihasilkan dari lingkungan sekolah untuk diolah kembali menjadi kompos.

Dalam kesempatan ini, tim fasilitator juga menyosialisasikan nomor layanan call center. Jika ada batang pohon dari pemangkasan pohon di lingkungan sekolah maka bisa menghubungi nomor HP 0811 6788 444 agar segera diangkut oleh petugas kebersihan.
“Segera hubungi Call center, jangan biarkan sampah menumpuk apalagi membakarnya akan menimbulkan polusi udara,” tegas Hamdani Basyah.[]