Finalisasi Dokumen RAD-GRK Segera Rampung, DLHK3 Ungkap Hasilnya

DLHK3 Banda Aceh menggelar agenda Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema tentang Finalisasi Dokumen Penyusunan Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) Tahun 2020-2025 via aplikasi Google Meet, Kamis (26/11). Foto/Dok.

Banda Aceh- Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema  tentang Finalisasi Dokumen Penyusunan Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) Tahun 2020-2025 via aplikasi Google Meet pada Kamis (26/11) pukul 15.00 WIB s/d selesai.

Pertemuan yang berlangsung secara virtual ini dihadiri oleh jajaran SKPD Kota Banda Aceh, Pejabat DLHK3, Tim ahli dan para Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lainnya yang ikut membahas perihal isi dokumen akhir upaya perubahan iklim di Kota Banda Aceh melalui RAD-GRK periode tahun 2020-2025 nanti.

Dalam FGD ini, Agenda pertemuan dipimpin langsung Kepala Bidang Tata Lingkungan, Cut Safarina Yulianti, ST.,MM.,MT. dan dibuka oleh moderator utama Ona Rahmadani, ST dan dipaparkan oleh Ketua tim penyusun, Putra Rizkiya, ST.,M.Sc.

Pada proses berjalannya FGD para peserta saling memberikan pandangan dan saran tentang upaya-upaya aksi mitigasi yang dapat diterapkan di Kota Banda Aceh, khususnya di sektor transportasi.

Kepala Seksi Pemeliharan Lingkungan, Cut Khairi Azizi, S.P., menerangkan bahwa terdapat beberapa point penting dalam upaya penanggulangan Emisi Gas Rumah Kaca yang telah dibahas dan menjadi titik acuan untuk progress finalisasi dokumen penyususan RAD-GRK periode 2020-2025.

“Semua pihak dari jajaran SKPD, pejabat di lingkungan DLHK3, Tim ahli dan LSM itu ikut berbicara membahas tentang upaya apa saja yang bisa diterapkan di Kota Banda Aceh ya, seperti halnya 4 upaya penting di sektor energi, Sektor transportasi, Sektor pengelolaan sampah, Sektor kehutanan dan RTH  serta Sektor Industri.” Jelas Zizi dengan lugas kepada tim liputan.

Diantara beberapa upaya yang harus diterapkan, keempat upaya aksi mitigasi sektor tadi menjadi hal utama yang dapat diterapkan di Kota Banda Aceh. Secara detail, pihaknya menjelaskan bahwa Sektor Energi membahas perihal penerapan prinsip efisiensi energi terutama di bangunan dan kantor pemerintah, Instalasi solar panel rooftop di atap gedung pemerintah, Penggantian LPJU dari lampu merkuri ke lampu LED.

Kemudian, adanya Sektor  transportasi, yaitu pembangunan koridor enam Trans Kutaraja, Pembangunan infrastruktur penunjang Trans Kutaraja, Peningkatan Fasilitas Non Motorized Transport/NMT (Pedestrian dan Jalur Sepeda), Pengadaan bus feeder di kawasan pemukiman dan kawasan pendidikan dan Penanaman Pohon di Jalan Perkotaan. Sektor kehutanan dan RTH, yakni rehabilitasi hutan mangrove dan pemantapan kawasan hutan mangrove  dan terkahir Sektor Industri, yaitu penghijauan kawasan komersial dan perumahan.”

Adanya upaya penanggulangan Gas Rumah Kaca (GRK) di empat sektor tersebut menjadi langkah yang tepat untuk menjadikan Kota Banda Aceh terbebas dari dampak perubahan iklim yang terus meningkat. Hal ini menjadi tanggung jawab penting dari dinas terkait dan tanggung bersama bagi semua lapisan masyarakat.

Selain itu, Kota Banda Aceh yang menjadi pusat pemerintahan, pusat ekonomi, pusat pendidikan, dan pusat kebudayaan Provinsi Aceh tersebut menjadi sumber emisi tertinggi di Provinsi Aceh. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah setempat dan instansi terkait untuk mengembalikan stabilitasi lingkungannya.

Dalam hal ini, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK3, Cut Safarina Yulianti, ST.,MM.,MT. mengatakan bahwa persoalan ini menjadi PR untuk segera dituntaskan. Melalui agenda inilah timnya melakukan diskusi virtual mengenai dokumen RAD-GRK periode 2020-2025 yang akan segera rampung dan dapat di implementasikan di Kota Banda Aceh.

“Ini menjadi PR kita bersama ya, karena itu dengan wadah berdiskusi kemarin, ada banyak masukan dan saranan dari teman-teman yang kita pertimbangkan dan akan menjadi catatan dalam penyempurnaan Dokumen RAD-GRK Kota Banda Aceh. Terutama mengenai strategi penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dari sector transportasi dan persampahan ya” Jelasnya.

Kemudian, pihaknya juga mengemukakan akan mengimplementasikan strategi seperti pelaksanaan aksi mitigasi RAD-GRK yang melibatkan lembaga-lembaga terkait dan bekerjasama dengan Badan usaha swasta. []