DLHK3 Banda Aceh Ikut Bahas Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)

Tim DLHK3 dari bidang Tata Lingkungan sedang mengikuti kegiatan Web-Seminar (Webinar) melalui aplikasi Zoom Meeting untuk membahas pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Kota Banda Aceh/ Foto : Dok. DLHK3.

*Ikuti Webinar pembahasan pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)

Banda Aceh- Selain sektor energi dan industri, transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di dunia, tak terkecuali Indonesia dan khususnya Kota Banda Aceh. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh berupaya untuk menyusun rangkaian rencana aksi mitigasi dari sektor transportasi guna menanggulangi perubahan iklim di Kota Banda Aceh.

Dalam hal ini, tim dari Bidang Tata Lingkungan DLHK3 Banda Aceh ikut berpartisipasi pada agenda Web-Seminar (Webinar) melalui aplikasi Zoom Meeting yang diadakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia pada Rabu (11/11) kemarin.

Kegiatan yang mengangkat tema tentang penentuan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di sektor transportasi ini menjadi wadah pengembangan ide untuk diaplikasikan dimasing-masing provinsi terutama di Kota Banda Aceh.

Kepala Seksi Pemeliharan Lingkungan, Cut Khairi Azizi, S.P., mengatakan pihaknya telah mengikuti agenda webinar tersebut dan melakukan pengumpulan dokumen RAD GRK periode 2020-2025 bersama tim ahli dan para para LSM lainnya untuk segera dibahas kembali saat pertemuan lanjutan.

“Kami sudah mengikuti agenda webinar yang diadakan oleh KLHK kemarin ya, dan sekarang  dalam masa diskusi penyelesaian dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD GRK) periode 2020-2025 bersama para tim penyusun lainnya juga” Ungkap Zizi saat ditemuai tim liputan pada Kamis (12/11).

Selanjutnya, pelaksanaan webinar tersebut bertujuan untuk memberikan pandangan kepada pemerintah provinsi maupun daerah mengenai persoalan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di sektor transportasi.

Sehingga pemerintah setempat dapat menyusun dan mengambil strategi efektif dalam mengatasi pengurangan polusi udara di sektor transportasi darat maupun laut.

Dalam pengurangan polusi udara yang disebabkan oleh  Gas Rumah Kaca (GRK) di sektor transportasi, DLHK3 Banda Aceh juga bekerja sama dengan tim ahli dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk menyusun dokumen RAD periode 2020-2025 yang rencananya akan segera rampung akhir bulan November nanti.

“Hingga kini, pihak kami masih mengumpulkan beberapa berkas dan dokumen RAD serta berdiskusi lanjutan mengenai revisi yang ada dengan para tim DLHK3, tim penyusun dan pastinya para tim ahli ya, Insya Allah (akhir bulan November) selesai.” Tambah Zizi kepada tim liputan.

Ia juga menjabarkan bahwa pihaknya berencana melakukan pertemuan lanjutan di pertengahan bulan nanti untuk merampungkan revisi dokumen RAD GRK periode 2020-2025 melalui aplikasi Zoom Meeting dan akan dihadiri pula oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan, Cut Safarina Yulianti, ST.,MM,MT.

Selain melakukan revisi berkala, tim penyusun RAD GRK juga akan melakukan diskusi bersama terkait hasil akhir dari kesepakatan bersama untuk mempercepat langkah-langkah tepat yang akan diambil oleh pemerintah setempat dalam mengurangi dampak emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sektor transportasi di Kota Banda Aceh.

Terakhir, dinas terkait sangat berharap dengan adanya webinar mengenai mitigasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di sektor transportasi ini dapat memberikan inovasi terbaik yang dapat mengurangi polusi dan mengajak warga kota untuk ikut berperan dalam pengurangan polusi di Kota Banda Aceh.[]