Survey Kedua, DLHK3 Banda Aceh Gencar Kurangi Sampah Laut !

Tim DLHK3 Banda Aceh sedang melakukan survey sampah laut di seputaran kawasan Alue Naga pada Selasa (27/10)./ Foto : Dok. DLHK3

*Kawal Ketat Sampah Laut di Perairan Kawasan Koetardja

Banda Aceh- Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh kembali melakukan survei pemantauan sampah laut tahap ke dua tahun 2020.

Kegiatan yang dilakukan rutin setiap tahunnya ini merupakan survei pemantauan terhadap sampah di wilayah perairan atau laut Kota Banda Aceh pada Selasa, (27/10).

Kepala DLHK3 Banda Aceh, Hamdani, SH. mengatakan bahwa adanya kegiatan survey tersebut bertujuan untuk mendapatkan data sampah laut nasional yang up to date setiap tahunnya sehingga secara jangka panjang dan efektif dalam mengurangi sampah laut secara bertahap.

“Jadi tujuan kita lakukan survei untuk untuk mendapatkan data sampah laut nasional yang up to date

setiap tahunnya. Sehingga secara jangka panjang dapat dibuat kebijakan terkait sampah laut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Hendra Gunawan S. Hut juga mengatakan, pada survei tahap pertama yang dilakukan pada 27-28 April lalu dan menghasilkan sampah laut yang yang terdiri dari 9 kategori jenis sampah laut secara garis besar, yaitu sampah plastik, busa plastik, kain, kaca dan keramik, logam, kertas dan kardus, karet, kayu, dan bahan lainnya.

“Sampah yang diperoleh dari lokasi Pantai Ulee Lheue untuk data komposisi berat jenis nilai tertinggi masing-masing dihasilkan pada jenis sampah kayu makro sebesar 60 persen dan sampah plastik meso sebesar 76 persen,” Tambah Hendra saat diwawancarai oleh tim liputan.

Jenis nilai tertinggi dari masing-masing sampah kayu makro itu sebesar 27,84 jenis/m2 dan sampah plastik meso sebesar 0,14 jenis/m2.

Selanjutnya, kepadatan jumlah jenis nilai tertinggi dihasilkan pada jenis plastik makro sebesar 1,76 gr/m2 dan meso sebesar 0,36 gr/m2. Kepadatan spesifikasi jumlah jenis nilai tertinggi dihasilkan dari jenis WD04 (krat palet kayu dan perkakas kayu) sedangkan sampah meso jenis PL11 (rokok, puntung dan filter).

Dalam hal ini, pihak DLHK3 Banda Aceh juga mengimbau kepada para masyarakat sekitar untuk bijak dalam membuang sampah rumah tangga dan tidak mengotori kawasan pantai dengan membuang sampah secara sembarangan. [amf]