Ikhtiar SD 25 Wujudkan Sekolah Bebas Sampah

Banda Aceh – Sekolah Dasar (SD) Negeri 25 Kota Banda Aceh ikut berkontribusi mengurangi sampah mulai dari sumbernya.

Sekolah ini memiliki sejumlah program yang dijalankan oleh murid dan dewan guru dalam rangka mendukung Banda Aceh bebas sampah tahun 2025.

Dinas Lingkungan Hidup, Keindahan dan Kebersihan Kota (DLHK3) Banda Aceh juga sering turun ke sekolah ini memberikan bimbingan.

“Ada sejumlah progres sampai saat ini di SD 25,” kata salah-satu fasilitator DLHK3, Nufus usai mengunjungi SD 25, Senin (19/10/2020).

Selain telah terbiasa melakukan pemilahan sampah, di SD 25 juga telah tersedia fasilitas pendukung untuk mengurangi sampah, semua jenis sampah.

Seperti sampah plastik, di SD 25 ini sampah dimanfaatkan untuk dijadikan wadah tanaman di halaman sekolah. Selain itu, juga sudah mulai dilakukan pengomposan.

 

“Kita harap pengomposan dapat terus aktif “ harap Nufus.

Di sekolah ini juga terdapat Bank Sampah WCP. Sudah mulai dipersiapkan dan akan segera digunakan.

Hal positif lainnya, murid-murid ikut menggarap kebun sayur yang terletak didepan ruang kelas. Kebun ini mendorong rasa kepedulian para murid akan penghijauan lingkungan.

Namun, Kata Nufus ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan agar program pemilahan sampah di SD 25 berjalan maksimal.

Seperti, belum ada tempat dudukan tempat pemilahan sampah.

Gunawan S Hut, selaku Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 menyampaikan bahwa melalui fasilitator DLHK3 kami terus melakukan peran pembinaan dan bimbingan agar program Indonesia bebas sampah tahun 2025 bisa terwujud yang dimulai dengan mendorong kepedulian generasi muda, seperti murid-murid SD 25.

“Apalagi sampah plastik, sangat lama terurai. Dan kita lihat SD 25 juga terus mengkampanyekan dengan komitmen mengurangi sampah plastik,” kata Hendra Gunawan.

Program pengurangan sampah ini kini menjadi point utama dan sangat penting dalam penilaian Adipura.[]