Tahun 2020, DLHK3 Targetkan Kurangi 22 Persen Sampah dari Sumbernya

Banda Aceh – Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh menargetkan bisa mengurangi sampah dari sumbernya hingga 22 persen pada tahun ini.

Kata Kepala DLHK3, Hamdani, dinas yang dipimpinnya terus berupaya mengurangi volume sampah ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Terutama sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Kata Hamdani, program tersebut sesuai Perpers Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, bahwa pihak pemerintah kota/kabupaten harus mengurangi jumlah sampah dari sumbernya sebanyak 30 persen hingga tahun 2025.

Hamdani mengaku, saat ini pihaknya sudah mengurangi jumlah sampah dari sumbernya di Kota Banda Aceh mencapai angka 15,72 persen pada tahun 2019 lalu. Untuk tahun 2020, targetnya mencapai 22 persen.

“Saat ini, masih di angka 15,72 persen, artinya masih ada 14,28 persen lagi yang harus kita penuhi hingga tahun 2025,” kata Hamdani di Kantornya, Selasa (23/6).

Ia kemudian menyampaikan upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah di Kota Banda Aceh yaitu dengan tiga cara, pertama; mambatasi sampah, kedua; pemanfaatan sampah dan ketiga; pendaur ulangan sampah.

“Membatasi itu misalnya membawa tumbler sendiri dari rumah, tidak minum air kemasan yang menyisakan samah plastik. Atau bisa menggunakan wadah yang bisa digunakan berkali-kali,” jelasnya.

Pengurangan melalui pemanfaatan bisa dilakukan dengan cara mengolah sampah plastik, seperti botol yang dijadikan tempat pulpen dan lain sejenisnya.

Sedangkan untuk daur ulang, pengolahan sampah bisa diolah menjadi kompos, dan kerajinan dengan bahan baku dari sampah.

Menurutnya, sampah yang masuk ke TPA itu perlu dikurangi terlebih dulu agar tidak terjadi tumpukan yang signifikat di TPA.

“30 persen kita kurangi  dari sumbernya, sisa 70 persen baru kita bawa ke TPA sehingga TPA kita jadi lebih awet,” tutup Hamdani.[]