Warga Kota Harus Aware dengan Sampah dan Lingkungan

  • Pasukan Orange Rutin Bersihkan Saluran Air

Banda Aceh – Saluran menjadi salah satu wadah penampungan air yang sangat diperhatikan kebersihannya oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, para petugas kebersihan hampir setiap harinya membersihkan semua titik saluran yang ada di kota Seurambi Mekkah tersebut.

Dalam hal ini, ada 28 orang tim yang tergabung dari pengawas, mandor, supir dan pekerja yang terbagi dalam tiga kelompok dan masing-masing kelompok memiliki willayah pembersihan saluran tersendiri. Dinas terkait juga menyediakan fasilitas bagi pekerja seperti atribut lengkap dalam bekerja, dua truck sampah dan satu mobil Pick Up untuk mengangkut sampah.

Untuk pengerjaan ini, ‘Pasukan orange’ memulai aksinya dari pukul 08.00 pagi hingga 18.00 WIB dan dapat melakukan pembersihan hingga satu Kilometer panjangnya saluran.

Manager Monitoring Tim Pembersihan Saluran DLHK3, Roy Firmandes menyatakan bahwa 28 orang timnya tersebut bertanggung jawab membersihkan saluran-saluran induk dan saluran protokol yang ada di kota.

“Ada 28 pekerja saluran yang sudah termasuk pengawas, mandor, supir dan pekerja. Kita bersihkan seluruh saluran di kota banda aceh. Terutama saluran induk, saluran protokol yang di kota” ungkapnya di sela-sela monitoring para pekerja membersihkan saluran air di seputaran kawasan Taman Kuliner Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Rabu (28/05/2020).

Tak hanya saluran yang ada di perkotaan, Roy juga membeberkan bahwa timnya rutin membersihkan saluran air di seputaran kawasan wisata laut untuk menjaga kebersihan lingkungan dan ikut serta mensukseskan ajakan pemerintah terkait pengelolaan dan pengurangan sampah di laut sebesar 70% pada tahun 2025.

“Tim saluran DLHK3 setiap harinya rutin melakukan pembersihan salurannya, Khususnya untuk kawasan wisata pantai itu seminggu satu sampai dua kali. Tergantung banyaknya sampah yang dihasilkan. Kalau di kawasan Pantai Ulee Lheue itu kita lakukan pengangkutan setiap hari Senin, dikarenakan ramainya pengunjung dan pedagang setiap hari Minggu” Tambah Roy.

Kemudian, pembersihan saluran air itu tidak hanya untuk menjaga keindahan kota, melainkan untuk meminimalisirkan terjadinya penyumbatan air karena sampah di dalam selokan yang dapat menyebabkan banjir.

Di sisi lain, Eko Suryanto, salah seorang petugas kebersihan mengungkapkan bahwa timnya sudah bekerja keras untuk menjaga kota, namun ia meminta kepada masyarakat kota untuk bersama-sama merawat kebersihan itu, karena bersih dan indahnya kota bukan mutlak tanggung jawabnya dinas terkait.

Pihaknya selalu berharap agar semua masyarakat terutama para pedagang kali lima selalu tertib dan aware dengan sampah, tidak membuangnya sembarangan ke dalam selokan. Akan tetapi mengemas dan menempatkannya di tong sampah terdekat agar petugas kebersihan dapat mengangkutnya dengan tuntas.[Ayu]