SD 32 Sukses Jalankan Program Pemilahan dan Pembatasan Sampah

Sampaikan Terimakasih Kepada DLHK3

Banda Aceh – Indonesia termasuk ke dalam 10 negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Banyaknya penduduk yang tinggal di sebuah negara menimbulkan sejumlah persoalan, diantaranya adalah produksi sampah dan pengolahannya. Banda Aceh yang memiliki populasi sekitar 27 Ribu jiwa juga mengalami kondisi serupa.

Untuk meminimalisir permasalahan tersebut maka dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.

Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan serta dapat mengubah perilaku masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, DLHK3 Banda Aceh terus memainkan perannya mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Salah-satunya lewat program pemilahan dan pembatasan sampah dan di sekolah, hotel dan restoran.

Saat ini sudah puluhan sekolah di Banda Aceh menjalankan program tersebut. Teranyar program ini juga sudah berjalan di SDN 32.

Wakil Kepala SD 32, Zairina, Kamis (19/8/2021) ketika dimintai keterangannya mengatakan setelah Tim Fasilitator DLHK3 menyosialisasikan
tentang pemilahan sampah pada 16 Februari 2021 lalu,
SD 32 langsung bergerak cepat menjalankan program tersebut di sekolah yang berlokasi di Beurawe itu.
“Kita mulai langsung menempatkan kotak-kotak pemilahan sampah di setiap kelas dan ruang guru,” ungkap Zairina.

Ditanya bagaimana dampak dari program tersebut, Zairina mengatakan sangat positif dan bermanfaat dan memang sebuah program yang sangat dibutuhkan karena dapat mengurangi dan terpilah sampah langsung dari sumbernya.
“Alhamdulillah sangat bermanfaat dan sangat diperlukan, untuk dapat mengurangi sampah yg ada di Banda Aceh,” kata Zairina.

Ia melihat program tersebut perlu terus dijalankan secara terus menerus agar sampah yang bisa dimanfaatkan bisa langsung dipilah dan tidak perlu dibuang ke TPA.
“Manfaat yang paling penting, anak-anak pun punya pengetahuan cara pemilahan sampah dengan baik karena terus didampingi DLHK3. Pengetahuan itu juga berguna bagi mereka menjalankan di rumah masing-masing,” kata Zairina.

Lingkungan sekolah pun, lanjutnya sudah terasa nyaman, bersih dan jauh dari bau tak sedap.
“Di ruang kelas pun, Alhamdulillah jadi bersih, tidak bau. Di sebabkan adanya pemilahan sampah tadi,” tambahnya.

Ia pun berterimakasih kepada DLHK3 Banda Aceh yang telah mensupport dan terus mendampingi pihak sekolah hingga program tersebut berjalan sukses.
“Saran kami, program ini tetap terus berjalan. Tim DLHK3 kami harap selalu memonitoring dan memberikan pendampingan,” harap Zairina.

Ia juga berharap pihak diberikan pelatihan tentang cara mendaur ulang sampah.
Seperti cara mengolah sampah bekas saset kopi dan lainnya. Sehingga menjadi barang yang bermanfaat.

Kepala DLHK3, Hamdani Basyah mengaku senang dan mengungkapkan kebahagiannya atas keberhasilan SD 32.

Hingga tahun 2021, sudah 73 sekolah yang dibina dalam program pemilahan dan pembatasan sampah. Selain itu, 46 instansi pemerintah dan swasta, 35 rumah ibadah, 20 hotel, 15 ritel dan 5 restoran.

Ia mengatakan, semakin tinggi partisipasi warga terhadap program pembatasan dan pemilahan sampah maka semakin besar peluang mewujudkan cita-cita Banda Aceh Bebas sampah 2025 sesuai yang diamanahkan dalam Untuk mendukung program tersebut dan menyukseskan Jakstrada Nomor 64 Tahun 2018.[]