Apresiasi DLHK3 Banda Aceh untuk Komunitas SAHI dalam Aksi Penanaman Pohon

Para peserta melakukan pose bersama setelah pelaksanaan agenda penanaman pohon pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia di RTH Krueng Neng, Sabtu (28/11). Foto/amf.

*Tanam pohon pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia tahun 2020

Banda Aceh- Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh setiap tanggal 28 November, Komunitas Sahabat Hijau (SAHI) kembali menggelar aksi penghijauan bumi bersama komunitas pecinta lingkungan pada Sabtu (28/11) pukul 08.00 WIB pagi tadi.

Kegiatan yang didukung penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh ini melancarkan aksinya di dua (2) Ruang Terbuka Hijau (RTH) yakni RTH Hutan Kota Tibang Kecamatan Syiah Kuala dan RTH Taman Krueng Neng Kecamatan Jaya Baru.

Agenda yang berlangsung Sabtu pagi ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai komunitas dan aktivitis lingkungan. Pada pelaksanaannya, komunitas Sahabat Hijau (SAHI) ikut menggandeng Duta Lingkungan Kota Banda Aceh, Duta Pepelingasih Aceh, Putera Ekowisata, Komunitas Evator dan mahasiswa Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry serta mahasiwa Ilmu Politik Unsyiah.

Dalam hal ini, Panitia pelaksana kegiatan, Risna Erita mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan minat para pemuda-pemudi agar lebih mencintai lingkungannya dengan cara melakukan Reboisasi/Penghijauan.

“Jadi kegiatan penanaman pohon ini diinisiasikan oleh Komunitas Sahabat Hijau (SAHI) yang di dukung oleh DLHK3 Banda Aceh dan menjadi series ke tujuh (7) dalam memperingati Hari Menanam Pohon Nasional (HMPN) 2020. Di agenda ini kita melakukan patroli Reboisasi terhadap lingkungan sekitar ya, menanam pohon-pohon untuk penghijauan Kota Banda Aceh”. Ungkap Risna di sela-sela aksi penghijauan berlangsung.

Proses penanaman pohon itu berjalan dengan lancar dan seru. Tak hanya agenda penghijauan, para peserta juga di ajak untuk mengenal lebih dekat tentang Ruang Terbuka Hijau yang ada di Kota Banda Aceh dan melakukan game asyik bersama-sama sembari menikmati snack yang disediakan.

Aksi ini  menjadi wadah sosialisasi untuk para peserta agar mengurangi penggunaan plastik dan beralih menggunakan tumblr serta membawa bekal dalam wadah sendiri. Di tengah kondisi yang belum stabil, panitia juga mengingatkan kepada para peserta untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) selama melakukan aksi penanaman pohon.

Tak hanya sebagai ajang silaturrahmi lintas komunitas lingkungan, agenda Reboisasi ini memiliki berjuta manfaat untuk meningkatkan stabilitas fungsi alam di lingkungan Kota Banda Aceh.

Kemudian Risna juga menambahkan dalam penanaman pohon ini, pihaknya menyediakan dua puluh delapan (28) pohon dari tiga jenis tanaman yang akan di tanam di dua Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota tersebut.

“Iyaa benar, kita menyediakan Dua Puluh Delapan (28) bibit pohon yang terdiri dari bibit pohon Asam Jawa, Mangga dan Pucuk Merah. Bibit itu kita bagi menjadi dua bagian yakni 13 diantaranya akan ditanam sepanjang kawasan RTH Hutan Tibang dan 15 lainnya ke RTH Taman Krueng Neng” Jelas Risna dengan lugas kepada tim liputan.

Komunitas SAHI menjadi salah satu komunitas lingkungan yang aktif dalam menjaga lingkungan dan rutin melaksanakan aksi-aksi sosialnya di bidang lingkungan. Hal ini mendapatkan dukungan dari pihak DLHK3 Kota Banda Aceh terhadap aksi rutin yang dilakukan setiap tahunnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh, Hamdani, SH menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan aksi penanaman pohon disetiap peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2020.

Turut dihadiri pula Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan DLHK3 Banda Aceh, Yusrida Arnita, SP.,M.Sc. “Pemko Banda Aceh melalui DLHK3 mengucapkan terimakasih kepada adik-adik yang begitu bersemangat menanam pohon di tengah kondisi pandemi yang masih belum stabil. Hal seperti ini bisa menjadi contoh bagi kita semua, komunitas dan lembaga lainnya ya” Ujarnya.

Pihaknya juga berharap kegiatan tersebut menjadi agenda rutin setiap tahun yang dapat menambah keanekaragaman hayati dilingkungan RTH Kota Banda Aceh. Sehingga Koetaradja semakin hijau, bersih dan gemilang dalam bingkai syariah. []