Pemilahan dan Pembatasan Sampah di DPM-PTSP Berjalan Sukses

Banda Aceh – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Banda Aceh telah menjalankan program pemilahan dan pembatasan sampah.

Rabu (1/9/2021), saat tim fasilitator melakukan monitoring, kantor yang dipimpin Muchlis SH terlihat telah memiliki sejumlah progress.

Banyak kemajuan yang telah dicapai di kantor yang terletak di lantai III Gedung Pasar Aceh Baru tersebut.
“Pemilahan sampah berjalan dengan baik di DPM-PTSP,” kata salah satu tim fasilitator DLHK3.

Di kantor tersebut, terlihat sudah cukup banyak sampah daur ulang.

Sampah tersebut kemudian dikemas dengan baik sesuai jenisnya untuk diangkut petugas DLHK3 dalam beberapa hari ke depan.

Rani, Cleaning Servis DPM-PTSP Banda Aceh mengatakan kantor tempat dirinya bertugas mulai bergabung dan menjalankan program tersebut sejak 14 Juli 2020.

Ia sendiri menyambut positif kerjasama yang dibangun dengan DLHK3 karena bisa lebih menyadari bahwa sebagian sampah tersebut ada yang berharga dan juga bisa didaur ulang.

Selama program ini berjalan, ia melihat ada perubahan positif di DPM-PTSP.
“Perubahannya jadi lebih tertib dan bersih,” kata Rani.

Terkait dengan kendala yang dihadapi, mereka belum memiliki tempat khusus penyimpanan sampah daur ulang. Tempat tersebut dibutuhkan untuk menyimpan sampah sebelum pengangkutan.

Kepada masyarakat kota, Ia berharap masyarakat semakin menyadari perlunya mengurangi sampah plastik.

Kepala DLHK3, Hamdani Basyah menyampaikan apresiasi atas capaian yang telah dilakukan DPM-PTSP Banda Aceh.

Katanya, untuk mewujudkan Banda Aceh Bebas sampah 2025 sesuai amanat Jakstrada memang dibutuhkan komitmen dan perhatian semua pihak.

Tidak hanya mendorong masyarakat untuk memilah dan membatasi sampah dari rumah dan lingkungannya, tapi instansi pemerintah juga harus mampu memberi contoh.
“Tentu kita pantas berbangga, dimana kita sebagai instansi pemerintah mampu menunjukkan kepada masyarakat. Kita memulai dari internal untuk kemudian menjadi dorongan motivasi bagi masyarakat kota melakukan hal serupa untuk mewujudkan Banda Aceh yang bersih, indah dan nyaman,” kata Hamdani Basyah.[]