Giliran SDN 39 Dukung Program Pemilahan dan Pembatasan Sampah 2021

Para siswa SDN 39 Kota Banda Aceh berpose gunakan Tumbler saat ke sekolah. Tampak mereka begitu sumringah dan bersemangat mencintai lingkungannya, Senin (15/3). Foto/Dok.

Banda Aceh – Dukungan terhadap Program pemilahan dan pembatasan sampah untuk memenuhi target pengurangan pada tahun 2021 ini sebesar 24% yang dijalankan Dinas Lingkungan Hidup Keindahan dan Kebersihan Kota (DLHK3) Banda Aceh terus mengalir dari institusi pendidikan.

Setelah sejumlah sekolah menjalankan program tersebut, kini hal serupa juga dilakukan SDN 39 Banda Aceh.

Senin (15/3/2021), tim fasilitator DLHK3 menyambangi sekolah yang terletak di Jl Tgk Abdurrahman Lampoh Daya.

Disambut Wakil Kepala Sekolah dan para guru tim fasilitator DLHK3 melakukan sosialisasi pemilahan dan pengelolaan sampah kepada murid kelas IV, V dan VI Sekolah Dasar tersebut.

Kepala DLHK3, Hamdani Basyah mengatakan dari  pantauan tim, di SDN 39 sudah tersedia titik bank sampah Waste Collecting Point (WCP). Namun belum diberi indentitas sesuai pedoman teknis, yakni belum tertera informasi jenis sampah.

“Ketika kita temukan seperti ini, kita beri pemahaman agar diberi informasi sehingga sampah yang masuk ke WCP bisa langsung ditempatkan sesuai jenisnya, misal sampah kertas, residu, sampah daur ulang hingga sampah bahan berbahaya dan beracun seperti bekas baterai, bekas obat nyamuk semprot dan lainnya,” kata Kepala DLHK3.

Poin positifnya, di sekolah ini sudah terdapat penambahan pemanfaatan sampah daur ulang botol plastik dijadikan pot bunga.Kemudian, tanaman kebun gizi sekolah sudah mulai membesar dan menunggu masa panen.

Dalam kesempatan ini, pihak sekolah menyampaikan rencana pembinaan pengomposan kepada para murid bersama fasilitator untuk menghasilkan pupuk alami.

Hamdani Basyah menyampaikan apresiasi kepada pihak SDN 39 atas partisipasi pemilahan sampah. Upaya tersebut dinilai telah mendukung suksesnya Jakstrada Nomor 64 Tahun 2018 dengan target pengurangan sampah hingga Tahun 2025 mencapai 30% dari timbulan sampah.

Ia berharap program ini terus mendapatkan dukungan masyarakat, bukan hanya dari sekolah, hotel, restoran tapi juga dari seluruh lapisan masyarakat agar terwujudnya Banda Aceh Bebas Sampah 2025, dan ke depan penghargaan Adipura tingkat Nasional dapat diraih kembali.[]