Visi dan Misi

1. Visi dan Misi

Visi

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banda Aceh Tahun 2017 – 2022 tertera bahwa visi pembangunan Kota Banda Aceh adalah: Terwujudnya Kota Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah. Gemilang adalah  suatu kondisi terang, gemerlap, berkilau, mengagumkan, dan terpandang dalam tiga pilar utama yaitu: agama, ekonomi, dan pendidikan, menuju kejayaan dan kemasyuran dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender. Sedangkan Bingkai adalah mendasarkan seluruh proses penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan kehidupan sosial kemasyarakatan, kepada Syariat Islam.

Dari visi tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh menetapkan 7 (tujuh) misi sebagai berikut :

  1. Meningkatkan pelaksanaan Syariat Islam dalam bidang penguatan aqidah, akhlak, ibadah, muamalah, dan syiar Islam.
  2. Meningkatkan kualitas pendidikan, kebudayaan, kepemudaan, dan olahraga.
  3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
  4. Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat
  5. Meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang baik.
  6. Membangun infrastruktur kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
  7. Memperkuat upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Misi

DLHK3 Banda Aceh memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung misi ke-6 pembangunan Kota Banda Aceh yaitu “Membangun infrastruktur kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan

Penyediaan infrastruktur yang dimaksud adalah membangun dan melengkapi infrastruktur yang menunjang terwujudnya Kota Banda Aceh yang bersih, indah dan nyaman. Kota yang bersih hanya akan terwujud bila ditunjang dengan penyediaan infrastruktur yang memadai juga perlunya ketersediaan sumberdaya manusia yang kompeten dan terampil di bidang penanganan lingkungan.

Beberapa infrastruktur persampahan yang menjadi penting untuk menjadi perhatian kedepan antara lain: mengoperasikan TPA Blang Bintang dan memfungsikan transfer station di Gampong Jawa dengan penyediaan fasilitas secara bertahap sehingga operasionalnya bisa optimal, penyediaan sarana tong sampah yang berfungsi baik dan terdistribusi merata, memenuhi fasilitas taman yang baik, menambah luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), menciptakan lampu jalan yang terang dan memadai, memperbanyak alternatif sumber energi terbarukan, memperbanyak titik-titik Waste Collecting Point (WCP), menambah TPS3R yang terdistribusi di setiap kecamatan, memperbanyak mesin pengolah berbagai jenis sampah, mengganti armada yang sudah tua dengan armada baru berupa compactor dan sweeper, penyediaan fasilitas pemilahan dan lain-lain. Disamping itu perlu terus diupayakan keterlibatan sektor swasta, komunitas dan masyarakat gampong untuk berperan serta dan aktif dan pengelolaan lingkungan.

Istilah “KEINDAHAN” dari DLHK3 disini dijabarkan lebih luas yaitu pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pengelolaan LPJU, dan keindahan wajah kota melalui taman-taman kota, taman jalur hijau, keindahan street furniture, pengaturan tata letak spanduk, pamplet, baliho, keindahan fasad bangunan dan lain-lain.     Pengendalian dan pengawasan dampak lingkungan juga sangat perlu melalui pendataan gas emisi, pengaturan izin lingkungan, pengendalian dampak lingkungan dan pengawasan lingkungan secara berkala.

2. Tujuan dan Sasaran

Tujuan

Tujuan merupakan penjabaran/implementasi dari pernyataan Misi dengan didasarkan pada isu–isu dan analisis strategis dan juga merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan pada angka waktu suatu perencanaan. Tujuan ini tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang.

Tujuan adalah  pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi;  melaksanakan misi dengan menjawab isu strategis daerah dan permasalahan pembangunan daerah.  Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.

Tujuan yang akan dicapai oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh tahun 2017-2022 adalah

  1. Menyediakan infomasi, data akurat, pelayanan pengaduan dan sosialisasi lingkungan yang komunikatif dan responsif
  2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana serta prasarana kota yang berwawasan lingkungan dan berkesinambungan.
  3. Meningkatkan pengendalian dan konservasi lingkungan, sistem ketersediaan sumber data lingkungan yang akurat dan menciptakan generasi berwawasan lingkungan
  4. Mendorong implementasi rencana tata ruang sebagai acuan kebijakan spasial setiap sektor pembangunan.
  5. Meningkatkan penyediaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang hemat energi
  6. Terpenuhinya kebutuhan energi listrik dari sumber energi terbarukan

Sasaran

  1. Terciptanya kemudahan warga dalam mengakses infomasi, data, pelayanan pengaduan dan terciptanya sosialisasi lingkungan yang komunikatif dan responsif.
  2. Meningkatnya kinerja layanan Sanitasi.
  3. Terciptanya pengendalian dan perlindungan lingkungan
  4. Tersedianya fasilitas publik sesuai standard Nasional.
  5. Terpenuhinya lampu PJU yang tersebar merata di wilayah Kota Banda Aceh
  6. Tersedianya energi terhadap kekurangan daya pasokan listrik.

3. Strategi dan Arah Kebjakan

Strategi

  1. Menyediakan akses informasi dan data secara digital dan sarana pelayanan pengaduan yang responsif.
  2. Menyediakan prasarana dan sarana lingkungan yang memenuhi standar pelayanan minimal.
  3. Meningkatkan pengendalian dan konservasi lingkungan melalui peningkatan pemantauan kualitas lingkungan dan perizinan lingkungan.
  4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas RTH Kota yang berestetika dan infrastruktur lainnya.
  5. Menyediakan LPJU yang tersebar merata dan hemat energi.
  6. Menambah dan menggali sumber daya energi terbarukan dan generator.

Arah Kebijakan

  1. Menyediakan website, open data, media sosial dan layanan pengaduan yang mudah diakses masyarakat.
  2. Meningkatkan cakupan pelayanan persampahan hingga mencapai 93%.
  3. Meningkatkan daya tampung sampah dengan penyediaan.
  4. Wadah Sampah yang memadai pada TPS yang terdistribusi merata di setiap gampong, minimal 70-80 penambahan Tong komunal per tahun.
  5. Meningkatkan kerjasama (MoU) dalam pengelolaan sampah baik sektor gampong maupun komersil.
  6. Mengurangi sampah melalui
  7. Menyusun RPPLH Kota.
  8. Mengukur dan memperbaiki indeks kualitas air dan udara sehingga mencapai baku mutu.
  9. Meningkatkan jumlah usaha/kegiatan untuk mengurus izn/rekomendasi lingkungan.
  10. Meningkatkan Penataan RTH (Hutan Kota, Taman Kota, Taman pemakaman, jalur hijau jalan, jalur hijau sungai).
  11. Meningkatkan pemanfaatan RTH.
  12. Meningkatkan Luas RTH.
  13. Menambah LPJU pada wilayah yang belum ada layanan LPJU, minimal setiap tahun 100 Unit untuk mencapai layanan LPJU 85%.
  14. Melaksanakan upaya meterisasi.
  15. Menggunakan lampu hemat energi (LED).
  16. Meningkatkan jumlah sumberdaya energi terbarukan dan generator.
  17. Memperbanyak dokumen kajian sumberdaya energi listrik.