PABRIK PLASTIK

Pabrik plastik DK3 Banda Aceh didirikan pada tahun 2009 dan terletak di Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata. Sebelumnya terdapat sebuah pabrik lainnya di daerah Gampong Jawa yang sudah tidak beroperasi lagi. Pabrik plastik DK3 ini menerima bahan baku yang sebagian besar dibeli dari pemulung dan bank sampah di Kota Banda Aceh. Di sini, sampah botol plastik dipilah menjadi tiga kategori jenis plastik, dibersihkan, kemudian dicacah menggunakan mesin pemotong.  Dalam sehari, pabrik yang mempekerjakan 12 orang ini rata-rata memproduksi 200-250 kg plastik yang sudah dicacah, untuk kemudian dijual ke Medan dan pulau Jawa. Hasil penjualan ini juga dimasukkan ke dalam PAD Kota Banda Aceh.

KEBAHARUAN DAN KEUNIKAN

Keunikan dari daur ulang sampah plastik yang dilakukan di Kota Banda Aceh, pengelolaannya dilakukan langsung oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh. Hal ini merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia bahwa sebuah dinas langsung mengelola sendiri kegiatan daur ulang sampah plastik, mulai dari pembelian, penyortiran, penggilingan, pengemasan hingga penjualan.

Keberadaan pabrik mini pengolahan plastik yang dikelola oleh DK3 Banda Aceh merupakan upaya untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan program daur ulang sampah terutama sampah plastik. Untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Saat ini telah banyak tumbuh usaha daur ulang plastik di Kota Banda Aceh, baik hanya sebagai pengepul, adapula yang mengolah sampah plastik hingga penggilingan.

Bahan baku plastik bekas yang diolah di pabrik mini pengolahan plastik berasal dari kegiatan pengumpulan yang dilakukan oleh pekerja pengangkut sampah DK3. Sambil mengumpulkan sampah “door to door”, pekerja menyempatkan diri memilah sampah yang mereka angkut dan memasukkan  sampah yang masih dapat di daur ulang kedalam kantong-kantong yang sudah mereka siapkan sebelumnya. Bahan baku juga diperoleh dari sekolah-sekolah melalui program bank sampah, yang sudah berjalan di hampir semua sekolah di Kota Banda Aceh.

 

DAMPAK PADA MASYARAKAT

Dampak dari kegiatan daur ulang sampah plastik adalah membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama janda-janda korban tsunami. Mereka umumnya bekerja sebagai buruh sortir plastik. Sedangkan operator umumnya msyarakat desa setempat.

Selain itu dengan berkembangnya kegiatan daur ulang di Kota Banda Aceh, semakin berkembang pula sektor informal yang bergerak di bisnis ini, baik sebagai buruh, pemulung, pengepul, pengepul besar. Sektor ini menyerap cukup banyak tenaga kerja dan melibatkan banyak sekali orang karena sifat pekerjaannya yang bisa dilakukan sambilan.

 TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT

Dengan berkembangnya kegiatan daur ulang sampah plastik di Kota Banda Aceh sangat mendukung upaya pengembangan program pemilahan sampah di sekolah-sekolah dan rumah-rumah. Hampir seluruh sekolah di Banda Aceh sudah berpartisipasi untuk memilah sampah plastik melalui program bank sampah. Plastik yang mereka kumpulkan dibeli oleh pabrik mini pengolahan plastik untuk diolah lebih lanjut.

Tingginya tingkat partisipasi sekolah untuk memilah sampah plastik melalui program bank sampah menunjukkan adanya peran serta masyarakat khsususnya anak sekolah dalam program daur ulang sampah.

KELEMBAGAAN ATAU INSTITUSI YANG TERLIBAT

Pengelolaan pabrik mini pengolahan plastik yang berlokasi di Komplek Perumahan Cinta Kasih Desa Panteriek Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh dilaksanakan oleh Seksi Pengelolaan Sampah Bidang Persampahan, Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh.

Jumlah personil baik kepala seksi maupun pekerja yag terlibat dalam pabrik mini pengolahan plastik sebanyak 12 (dua belas) orang, terdiri dari 1 (dua) orang PNS, 6 (enam) orang pekerja (non PNS) dan 5 (lima) orang buruh borongan :

 

a.         Kepala Seksi                           : 1 orang

b.         Pekerja (Non PNS)                :

–           Manager                     : 1 orang

–           Petugas Pembelian    : 1 orang

–           Operator                     : 4 orang

–           Buruh Sortir               : 5 orang

 

 Tabel 1.1Laba Pabrik Mini Pengolahan Plastik di Desa Panteriek Tahun 2013

Uraian

Volume

Harga Satuan (Rp)

Jumlah Harga (Rp)

Bahan Baku

 

 

Belanja Bahan plastik bekas

1 Tahun 289.260.450 289.260.450

Biaya Operasional dan Pemeliharaan

Belanja Deterjen

1000 Buah 1.000 1.000.000

Belanja Solar

1620 Liter 5.500 8.910.000

Belanja Karung

6 Bal 1.500.000 9.000.000

Jasa Pengangkutan

6 Kali 2.000.000 12.000.000

Pemeliharaan Mesin

1 Tahun 11.000.000 11.000.000

Total Belanja

      331.170.450

Penjualan (PAD)

      380.004.150

Laba

      48.833.700