IPLT

PENDAHULUAN

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Banda Aceh terletak tepat di sebelah TPA Kota Banda Aceh, Gampong Jawa,Kecamatan Kutaraja. IPLT ini dibangun diatas lahan seluas 2,2 ha. IPLT merupakan tempat penampungan tinja yang bertujuan untuk menampung dan mengolah hasil pengurasan lumpur tinja dari septic tank masyarakat Kota Banda Aceh dan sekitarnya sebelum kelingkungan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan dan kenyamanan lingkungan.

Disamping itu juga bertujuan untuk menampung dan mengolah tinja yang dikuras oleh truk tinja swasta agar tidak dibuang langsung kelingkungan seperti kebadan air, sungai dan lahan-lahan kosong yang dapat mencemari lingkungan.

Pengolahan lumpur tinja mempunyai 2 tujuan, yaitu untuk menurunkan kandungan zat organik dari lumpur tinja dan untuk menurunkan jumlah bakteri-bakteri patogen (organisme penyebab penyakit).

Pada prinsipnya, pengolahan septage ini adalah untuk menurunkan kandungan BOD, COD, dan bakteri coli serta zat tersuspensi (SS), agar tidak membahayakan lingkungan.

 

Tabel . Perkembangan Volume Tinja yang Dibuang Ke IPLT Kota Banda Aceh dari tahun 2009 s/d 2013

Tahun

Volume Tinja yang Dibuang ke IPLT

Truk DK3

Truk Swasta

Total

Trip

Volume

Trip

Volume

Trip

Volume

2009

         1,513          3,432             501          1,589          2,014          5,021

2010

         1,615          3,397             497          2,264          2,112          5,661

2011

         1,227          2,755             353          1,412          1,580          4,167

2012

         1,172          2,594             450          1,761          1,622          4,355

2013

         1,332          5,063          1,018          3,872          2,350          8,935

 

KOLAM PENGOLAHAN LUMPUR TINJA

Terdapat dua fasilitas kolam pengolahan tinja di IPLT Gampong Jawa, yaitu:

1. Kolam JICA

Kolam pengolahan tinja JICA dibangun dengan dana bantuan JICA Jepang pada tahun 2005. Kolam ini menggunakan teknologi konvensional (kolam terbuka), hanya mengandalkan waktu tinggal dengan kapasitas 50 m3/hari.

 

2. Kolam UNICEF

Kolam pengolahan tinja yang dibangun UNICEF pada tahun 2007 yang berlokasi berdampingan dengan IPLT JICA dengan kapasitas 85 m3/hari. IPLT ini menerapkan kombinasi pengolahan secara anaerobik dan aerobik. Beberapa teknologi anaerobik yang digunakan anatara lain: digester, sludge stabilization, buffle reactor dan anaerobic filter. Sementara teknologi aerobik yang digunakan adalah planted gravel filter, kolam dan bak pengering lumpur tinja. Saat ini IPLT melayani truk tinja rata-rata 8-10 trip atau setara dengan 24-30 m3 per hari terdiri dari truk yang dikelola DK3 dan truk swasta.

 

KEBAHARUAN DAN KEUNIKAN

Keunikan dari pengelolaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Banda Aceh adalah bahwa pembangunannya tidak dilakukan oleh pemerintah khususnya Kementrian Pekerjaan Umum seperti halnya kebanyakan IPLT yang ada di Indonesia. Dua unit IPLT yang ada di Kota Banda Aceh merupakan bantuan Pemerintah Jepang melalui JICA dan bantuan Unicef.

Hal lain yang membuat kedua IPLT di Kota Banda Aceh unik adalah, sejak selesai dibangun langsung difungsikan dan hingga saat ini masih terawat dengan baik, berfungsi dan difungsikan secara optimal. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi IPLT di seluruh Indonesia pada umumnya yang sebagian besar tidak difungsikan sejak awal atau sudah tidak berfungsi lagi.

Satu hal lagi yang juga berbeda dengan daerah lain bahwa pengelolaan biaya operasional pengelolaan IPLT sudah dapat ditutupi sepenuhnya dari retribusi pelayanan penyedotan tinja dan pelayanan IPLT (cost recovery). Dari beberapa kota yang memfungsikan IPLT, belum mampu membiayai pengelolaan IPLT dari retribusi semata, tetapi masih diperlukan subsidi dari APBD.

Keunikan lain dari IPLT Kota Banda Aceh adalah meskipun salah satu unit IPLT yang dibangun JICA menggunakan sistem terbuka (hanya menggunakan kolam stabilisasi) yang secara teori rawan terhadap bau, namun diluar perkiraan, hampir tidak tercium bau sama sekali di IPLT JICA disamping lokasi yang sejuk, bahkan sering digunakan sebagai lokasi beberapa kegiatan dinas antara lain, lokasi makan bersama, lokasi qurban dan juga sebagai lokasi istirahat bagi para pekerja. Hal ini memungkinkan terjadi apabila instalasi benar-benar dirawat dan dipelihara sesuai SOP yang ada.

Penggunaan lumpur tinja kering sebagai pupuk bagi sebagian besar tanaman yang ditanam dan dirawat oleh Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh, juga merupakan hal lain yang unik dari pengelolaan IPLT di Kota Banda Aceh. Disamping dipakai untuk taman kota, lumpur tinja dari IPLT juga banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai pupuk bagi tanaman di rumah mereka.

PROSES FLOW PELAYANAN JASA PENYEDOTAN TINJA

 

STRUKTUR TARIF JASA PELAYANAN PENYEDOTAN TINJA

Tarif penyedotan tinja sebagai berikut:

1.  Penyedotan septictank dalam kota:

a. sumur        : Rp.90.000

b. Bak : Rp. 125.000/trip

2.  Penyedotan septictank luar kota / Aceh Besar:

a. Sumur        : Rp. 150.000

b. Bak             : Rp. 150.000/trip

3.  Jasa Penggunaan Instalasi oleh truck tinja swasta: Rp.15.000/trip

 

gambar 1.1 IPLT sistem terbuka yang dibangun oleh JICA dengan kapasitas 50 m3/hari

 

gambar 1.2 Dikejauhan tampak IPLT sistem tertutup (DEWATS) yang dibangun UNICEF dengan kapasitas 85 m3/hari (gambar diambil dari IPLT sistem terbuka)

 

gambar 1.3 Truk tinja Dk3 sedang mengosongkan tinja kedalam bak imhoff pada IPLT sistem terbuka