Begini Progress Pemilahan dan Pembatasan Sampah di Dua Sekolah di Banda Aceh

Banda Aceh – Program pemilahan dan pembatasan sampah di institusi pendidikan di Banda Aceh terus bertambah.

Teranyar, dua institusi pendidikan di Banda Aceh juga telah bergabung dan komit menjalankan program tersebut di sekolah mereka masing-masing.

Di bawah bimbingan dan pendampingan DLHK3, SDN 39 dan SMP 8 sudah mulai menjalankan program tersebut dan telah memiliki kemajuan dalam program pemilahan dan pembatasan sampah.

Tim fasilitator DLHK3 Banda Aceh Hayatun Nufus, Kamis (2/9/2021) mengatakan untuk SDN 39 penandatangan MoU telah dilakukan, dimana sekolah tersebut menunjukkan komitmennya mendukung program yang diamanahkan dalam Jakstrada tersebut.

SDN 39 misalnya, saat ini sudah melakukan penandatanganan MoU.

Kepala DLHK3, Hamdani Basyah berharap program pengelolaan dan pembatasan sampah sekolah dapat berjalan dengan baik untuk memenuhi Jakstrada Persampahan sesuai yang tertuang dalam Perwal Nomor 46 tahun 2018 dimana Banda Aceh pada tahun 2021 menargetkan pengurangan dan penanganan sampah sebesar 24% dari timbulan sampah.

Di SD ini, sudah memiliki kebun gizi. Dan beberapa kali sudah berhasil panen.
“Saat ini sedang dalam proses penanaman kembali,” kata Hayatun Nufus.

Ke depan, sekolah akan melaksanakan praktik pengomposan bersama fasilitator.

Kepala SDN 39, Yusriah mengatakan sejak 10 Februari 2021 sekolahnya sudah mulai menjalankan program tersebut.

Katanya, program pemilahan dan pembatasan sampah sangat membantu untuk menjaga kebersihan sekolah secara terus-menerus

Selain itu, ia mengaku ternyata banyak sampah yang masih bisa dimanfaatkan dan bisa di daur ulang oleh pihak sekolah.
“Semoga DLHK3 lebih giat lagi dalam memonitoring dan evaluasi instansi- instansi dan sekolah yang dibimbing dan didampingi,” harapnya.

Dengan program ini, Yusriah berharap Banda Aceh menjadi kota yang asri dan Bersih Indah dan Nyaman. “Karena kebersihan itu sebagian dari Iman,” kata Yusriah.

Sementara itu, di SMP 8 bahkan sudah lebih maju, sudah mulai melakukan praktik pengomposan.

Kegiatan pengomposan ini juga didampingi dan dibimbing pihak DLHK3.

Secara rutin, Tim Fasilitator melakukan pertemuan mendiskusikan tentang pengelolaan sampah di sekolah.

Di SMP 8 ini tersedia buku bank sampah.

Sama dengan SD 39, mereka juga memiliki kebun gizi dan masih aktif.[]