Reporter JIJI Press Perwakilan Jepang Lakukan Kunjungan, Yasuyoshi : Implementasi Program Bank Sampah WCP Sudah Sangat Baik

Potret kunjungan Yasuyoshi SAKAKIBARA-san ke desa Alue Deah Teungoh guna melakukan evaluasi kerjasama Pemko Banda Aceh dengan Kota Higashi-Matshushima- Jepang. Disambut langsung oleh Keuchik Desa ADT, Azri Munaldi, SE. (Ketiga dari kanan) dan di dampingi langsung oleh Kasi. Teknologi Pengelolaan Sampah DLHK3, Rosdiana, ST.,MT. (Kedua dari kanan) serta Kasubbag Program dan Pelaporan, Yusrida Arnita, SP., M.Sc. (Pertama dari kiri). Senin (22/2)/ Foto : Dok.

Banda Aceh- Yasuyoshi SAKAKIBARA, salah seorang wartawan JIJI Pres perwakilan Jepang di Jakarta mengunjungi Kota Banda Aceh guna melakukan dokumentasi perkembangan program kerjasama antara Kota Banda Aceh dengan kota Higashi-Matsushima pada Senin (22/2/2021) kemarin.

Agenda kunjungan ini dilakukan langsung ke Desa Alue Deah Teungoh kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh guna melihat perkembangan program Bank Sampah Waste Collecting Point (WCP) yang telah di implementasikan pemerintah Kota Banda Aceh sejak Tahun 2015 lalu bekerjasama dengan Pemerintah Kota Higashimatsushima dan CoMu Project.

Dalam hal ini, Yasuyoshi disambut oleh Keuchik desa Alue Deah Teungoh, Azri Munaldi, SE., untuk berkeliling desa sambil memotret beberapa gambar bangunan Bank Sampah WCP yang ada. Selain itu, pihak terkait juga didampingi oleh Kasi. Teknologi Pengelolaan Sampah DLHK3, Rosdiana, ST.,MT. dan Kasubbag Program dan Pelaporan, Yusrida Arnita, SP.,M.Sc.

Tak hanya memantau perkembangan program kerjasama Bank Sampah WCP, Yoshi-san beserta rombongan juga ikut menyambangi beberapa lokasi lainnya seperti kebun gampong (Village Garden), lokasi pembuatan kompos, Bank sampah induk, lokasi pemrosesan akhir sampah (TPA) dan implementasi sistem bank sampah WCP di Min 1 Banda Aceh.

Menanggapi agenda tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Hamdani, SH. Mengatakan kunjungan ini tidak dilakukan rutin setiap tahunnya, melainkan pada moment tertentu saja.

“Jadi kunjungan itu tidak setiap tahun ya, tapi di moment tertentu saja. Seperti hari ini agenda kunjungan menjadi bagian daripada evaluasi lapangan terhadap program lima (5) tahun lalu. Kerjasama antar Kota Banda Aceh dengan pemerintahan Jepang itu sudah selesai di tahun 2019 dan 2020 kemarin kita ajukan lagi program kerjasama ini.” Ungkap Hamdani kepada tim liputan.

Selanjutnya, Yoshi-san bersama rombongan diakhir kunjungan menyatakan sangat apresiasi kerja Pemko yang telah mengimplimentasikan program kerjasama ini dengan sangat baik ke desa-desa yang ada di Kota Banda Aceh, hanya perlu melanjutkan dan konsisten dalam program ini.

“Sangat baik (hasilnya). Setiap tahunnya depo-depo Bank Sampah WCP itu terus bertambah dan berkembang. Hingga kini sudah ada 31 titik depo wcp dari 15 Gampong Di Kota Banda Aceh. Hal ini menandakan  adanya perkembangan yang signifikan dari program ini” Ungkapnya diterjemahkan Rina (Translator).

Selain memantau perkembangan depo-depo Bank Sampah WCP, Tim CoMu project juga mempelajari perkembangan aliran ekonomi dari rentetan program yang berjalan. Hingga berita ini diturunkan, para tamu asing tersebut telah mengunjungi 4 lokasi depo yang ada di desa ADT.

Kasi. Teknologi Pengelolaan Sampah DLHK3, Rosdiana, ST.,MT. juga mengungkapkan ada sembilan (9) titik depo di desa Alue Deah Teungoh, namun hanya tujuh (7) yang telah terbangun depo dan dua (2) lainnya akan di bangun pada tahun 2021.

Disisi lainnya, Kasubbag Program dan Pelaporan DLHK3, Yusrida Arnita, SP.,M.Sc. juga berharap dengan adanya kunjungan evaluasi ini pemerintahan Kota Higashi-Matshushima akan melanjutkan kerjasama antar dua kota ini, terutama pendampingan program bank sampah wcp ini, mulai dari teknis sosialisasi yang efektif, sistem monitoringnya serta penerapan reward dan punishment terhadap masyarakatnya untuk peningkatan pengurangan sampah di Kota Banda Aceh mencapai 30% dari timbulan sampah hingga Tahun 2025 sesuai Peraturan Walikota Banda Aceh No.46 Tahun 2018 tentang kebijakan dan strategi Kota Banda Aceh dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.[]