E-Berindah Aplikasi Pintar Wujudkan Kota Banda Aceh Smart City

Pertemuan Rapat Tim Penilaian Smart City Bersama Sekretaris Dinas beserta staff, Admin E-Berindah, Para relawan dan Manager lokasi E-Berindah di Kantor DLHK3 Banda Aceh, Senin (07/10/2019). Foto : Amf.

Banda Aceh- Kota Banda Aceh menjadi salah satu kota yang terpilih untuk mengikuti gerakan Menuju 100 Smart City Indonesia. Tentunya hal ini telah melalui berbagai tahapan seleksi dan penetapan ibukota Aceh tersebut sebagai kota yang berpotensi dalam penerapan program Smart City (Kota Cerdas).

Penetapan Banda Aceh sebagai  kota yang ikut dalam program Smart City ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan warga sekitarnya. Pemerintah pun terus sigap dalam mempersiapkan kota agar terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik, efektif dan efisien kepada masyarakat dengan mengandalkan perkembangan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (TIK).

Salah satu titik fokus pemerintah adalah mencanangkan aplikasi pengawasan kebersihan dan keindahan Kota Banda Aceh dengan menggunakan perkembangan teknologi informasi, seperti halnya aplikasi sistem E-Berindah yang  berupa aplikasi sistem monitoring kualitas kebersihan dan keindahan berbasis Android yang digagas oleh  Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh pada Kamis, 07 Juni 2018 lalu.

Lewat aplikasi yang dapat diunduh di Google Play Store ini, masyarakat atau relawan dapat langsung melakukan monitoring kebersihan dan keindahan sejumlah fasilitas/ruang publik seperti jalan, halte, drainase, sungai, taman, dan TPS (Titik Pembuangan Sampah).

Selanjutnya, dalam sebuah rapat terbuka pada Rabu (07/10/2019) Tim Penilaian Smart City melakukan pertemuan di kantor DLHK3 Banda Aceh yang membahas tentang gejala sosial, manfaat dari sistem aplikasi E-Berindah hingga alur operasionalnya.

Disampaikan pula oleh salah satu Tim Penilaian Smart City, Loli Amalia Ulfa mengatakan, pencanangan Kota Banda Aceh sebagai salah satu kota yang terpilih untuk menjalankan program gerakan menuju 100 Smart City Indonesia merupakan hal yang sangat luar biasa dan perlu persiapan yang matang. Karena makna utama program tersebut adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Jadi makna utama dari pada smart city tadi itu adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Yang tadinya kurang baik, bisa menjadi nilai tambah dan semakin baik lagi” Ujar Loli.

Kemudian dalam rangkaian pertemuan diskusi ini juga turut hadir admin E-Berindah, para relawan serta manager.  Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan DLHK3 Banda Aceh, Yusrida Arnita, SP.,M.Sc. dan Sekretaris DLHK3 Banda Aceh, Dody Haikal, S.STP.,M.Si. mengatakan bahwa sangat bahagia dan berterima kasih sekali kepada Tim Smart City mengangkat E-Berindah sebagai Quick Win program Smart City Kota Banda Aceh. Sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas dan fungsi aplikasi tersebut.(amf).

Hits: 225