Becak Patroli Sampah untuk Banda Aceh Bebas Sampah 2025

Kasubbag Umum DLHK3, Herdharma Wahyudi, menyerahkan becak patroli sampah kepada keuchik Gampong Bitai, Kecamatan Jaya Baru, di ITF Gampong Jawa, Senin (4/12) DLHK3/CMD

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menyerahkan 90 unit becak patroli sampah kepada seluruh gampong yang ada di Kota Banda Aceh. Penyerahan secara simbolis diserahkan langsung oleh Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, di Balai Kota Banda Aceh, Senin (3/12).

“Pada tahun 2025 target penanganan sampah 70 % dan target pengurangan sampah 30%. Melalui target ini Banda Aceh mewajibkan satu gampong menyediakan minimal satu TPS dengan skala 20-30 rumah tangga per TPS” kata Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, dalam pidato apel gabungan di balai kota, Senin (4/12).

Pemko Banda Aceh memberi wewenang kepada Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) untuk mengawasi penggunaan becak patroli sampah dan membimbing warga dalam menentukan titik lokasi TPS gampong. Selain itu, setiap gampong juga harus menganggarkan dana operasional becak sampah dan harus mengisi form serah terima yang telah dibuat DLHK3.

Becak Patroli sampah dengan design bak terbuka belakang ini dapat menampung sekitar 140 kg sampah. Seluruh sampah warga gampong diangkut menggunakan becak patroli sampah dan dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) milik gampong. Selanjutnya sampah di TPS gampong akan diangkut ke TPA oleh tim DLHK3.

DLHK3 menginginkan dengan sistem satu gampong satu TPS ini dapat menggantikan metode angkut sampah door to door yang sudah tidak efektif lagi dilaksanakan di era sekarang ini. Penerapan sistem ini didukung oleh para keuchik seluruh gampong se-Kota Banda Aceh.

“Pembagian becak ini sudah kami tunggu-tunggu, semoga dengan becak ini dapat menciptakan gampong yang bersih dan sehat seperti yang kita cita-citakan dan yang dicita-citakan oleh walikota” ujar T Amiruddin, Keuchik Gampong Setui, Kecamatan Baiturrahman, Senin (3/12).

Pemko Banda Aceh berharap warga setiap gampong dapat bertanggung jawab terhadap sampahnya masing-masing dan dapat bersinergi dalam menjaga kebersihan kota menuju Banda Aceh Bebas Sampah 2025.(cmd)